RadarBanyuwangi.id – Sejumlah sungai di Banyuwangi mulai mengalami kekeringan. Debit air mulai mengecil akibat musim kemarau berkepanjangan.
Mengecilnya debit air mengakibatkan pasokan air ke lahan pertanian berkurang. ”Debit sungainya kecil, jadi irigasinya juga kecil,” ujar Solihin, 40, warga, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, kemarin (29/9).
Solihin menjelaskan, musim kemarau memang sangat terasa sekali karena air yang mengalir ke lahan warga mulai menyusut.
”Debit airnya kecil, tidak mencukupi untuk kebutuhan air untuk lahan pertanian,” katanya.
Sekretaris Dinas PU Pengairan Reza Al Fahrobi menegaskan, selama musim kemarau pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi kekeringan.
”Kami sudah lakukan upaya mengurangi kebocoran-kebocoran irigasi agar debit air irigasi tetap terjaga,” katanya.
Meski begitu, Reza menyebut bahwa peran masyarakat sangat penting. Selama musim kemarau, masyarakat harus bijak dalam penggunaan air.
”Masyarakat harus benar-benar bisa memanfaatkan air dengan baik,” imbaunya.
Reza menambahkan, petani juga harus dapat menggunakan air irigasi dengan mengadopsi teknologi irigasi yang baik. Tentunya, dengan menyesuaikan penggunaan irigasi sesuai RTTG (Rencana Tata Tanam Global).
”Jika petani dapat memanfaatkan irigasi dengan baik, kemarau panjang kali ini tidak begitu terdampak buruk bagi petani,” pungkasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin