RadarBanyuwangi.id – Hari lahir Nabi Muhammad SAW diperingati secara meriah di Banyuwangi.
Warga di sejumlah kecamatan Bumi Blambangan menggelar pawai endog-endogan yang sudah jadi tradisi masyarakat Oseng setiap Maulid.
Tidak terkecuali warga di Dusun Sukorejo, Desa Lemahbangkulon, Kecamatan Singojuruh. Ribuan telur dihias dengan aneka kreasi.
Mulai dibentuk menyerupai gunungan tumpeng hingga disusun pada menara masjid. Bahkan, ada pula yang diangkut dengan replika perahu Nabi Nuh.
”Kalau ogoh-ogoh kami tidak gunakan karena sudah ada imbauan MUI. Warga membuat replika yang ada kaitanya dengan risalah kenabian sekaligus sebagai media dakwah,” ungkap Amien Fatwa Nugraha, remaja setempat.
Arak-arakan kembang endog, kata Fatwa, juga dimeriahkan dengan iringan musik tradisional, mulai patrol, hadrah kuntulan, hingga rebana.
”Arak-arakan telur sudah menjadi budaya setiap memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad,” ujarnya.
Yudi, warga yang ikut barisan perahu Nabi Nuh mengaku membawa 2.500 butir telur rebus. Usai diarak, ribuan telur tersebut dibagikan kepada warga yang berdiri di sepanjang jalan.
”Kalau ditotal keseluruhan ada ribuan telur rebus yang diarak dan dibagikan,” jelasnya
Kepala Dusun Sukorejo Supriyadi mengaku, banyak hikmah dalam pawai kembang telur tersebut.
Tidak hanya untuk memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi sekaligus memupuk dan membangun kerukunan antarwarga. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin