Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Simulasi Kebakaran di Depo Pertamina Ketapang Banyuwangi Libatkan Motor Terbakar di SPBU dan Minyak Tumpah

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 28 September 2023 | 00:00 WIB
SEMPROTKAN AIR: Tim brigade penanggulangan api memadamkan kebakaran tangki vertikal 17 di depo BBM Pertamina Tanjung Wangi, Selasa (26/9).
SEMPROTKAN AIR: Tim brigade penanggulangan api memadamkan kebakaran tangki vertikal 17 di depo BBM Pertamina Tanjung Wangi, Selasa (26/9).

RadarBanyuwangi.id – Sebuah sepeda motor terbakar saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 51.684.39 Jalan Gatot Subroto, Ketapang, Kalipuro, Selasa (26/9).

Api langsung merembet ke tangki vertikal 17 yang terletak di belakang SPBU. Saat bersamaan terjadi tumpahan minyak di dermaga kapal tangker Pertamina.

Dengan gerak cepat, tim brigade penanggulangan api Pertamina langsung memadamkan kebakaran tangki 17. Insiden tersebut sebatas simulasi keadaan darurat di Depo Terminal Integrated Tanjung Wangi.

Simulasi penanganan kebakaran dan tumpahan minyak di perairan Selat Bali itu sebagai upaya melatih tim agar lebih sigap dalam penanganan kondisi darurat.

Simulasi diikuti pemangku kepentingan kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi dan warga.

Simulasi dilakukan untuk memantapkan kemampuan petugas dalam penanggulangan bencana kebakaran depo BBM serta melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menyelamatkan warga kampung di sekitar lokasi tersebut. 

Integrated Terminal Manager Tanjung Wangi Andrie Buana mengatakan, sebagai perusahaan dengan risiko bisnis tinggi, Pertamina Patra Niaga rutin melaksanakan kegiatan simulasi keadaan darurat dengan berbagai macam skenario.

Simulasi melibatkan Damkar Banyuwangi, puskesmas terdekat, dan aparat kepolisian dari KPPP dan Polsek Kalipuro.

”Tujuan diadakan simulasi untuk melatih kesigapan personel dan keandalan sarfas untuk menghadapi keadaan darurat yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” jelasnya.

Selain itu, kata Andrie, simulasi digelar untuk melatih komunikasi internal maupun koordinasi dengan pihak lain yang terlibat. Pada saat keadaan darurat, kunci penanganan terletak pada komunikasi dan koordinasi.

”Simulasi keadaan darurat kita gelar sebagai upaya antisipasi kejadian yang tidak kita inginkan. Proses bisnis kami penyaluran, penimbunan, dan penerimaan bahan bakar.  Kondisinya sangat berbahaya. Simulasi besar seperti ini rutin setiap tahun sekali,” pungkasnya. (ram/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#simulasi #pertamina #tangki #SPBU #terbakar #motor #banyuwangi #kapal