RadarBanyuwangi.id – Sudah lima bulan lamanya Pelabuhan Perikanan Masami di Kalipuro, Banyuwangi, sepi aktivitas kapal ikan.
Kondisi ini tak hanya berimbas kepada pengelola pelabuhan, namun juga para pekerja menggantungkan hidup di pelabuhan.
Satu sisi, belasan kapal ikan mengantre bongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.
Mengacu rekomendasi Syahbandar Pelabuhan Perikanan, kapal ikan tersebut tak berani bongkar di pelabuhan perikanan. Alasannya, Pelabuhan Tanjung Wangi dianggap lebih aman untuk bersandar.
Pengelola Pelabuhan Perikanan Masami mengambil langkah mengadu ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Mereka meminta agar KKP bisa memberikan solusi terkait kondisi yang mereka hadapi.
”Kami sudah mengadukan persoalan bongkar kapal ikan ke KKP. Kebetulan ditemui langsung oleh Dirjen Perikanan Tangkap Agus Suherman,” ujar pengelola Pelabuhan Perikanan Masami Rudi Steven.
Selain persoalan bongkar muat kapal, pihaknya mengeluhkan hadirnya Kepmen KKP terkait penetapan pelabuhan perikanan yang baru di Banyuwangi.
Di antaranya Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Perikanan Muncar. Terkait pengaduan ini, Dirjen Perikanan Tangkap berjanji akan segera turun ke Banyuwangi.
”Pak Dirjen berjanji akan segera ke Banyuwangi untuk melihat langsung kondisi lapangan,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra mengatakan, hanya pemerintah pusat yang bisa memberikan solusi terkait sepinya PP Masami.
Selama ini alasan pemindahan pelabuhan bagi kapal-kapal ikan dari PP Masami ke Pelabuhan Pelindo didasari atas kondisi cuaca yang dianggap membahayakan bagi kapal.
”Meski begitu harus tetap ada kajian agar Pelabuhan Perikanan Masami bisa didarati kapal ikan dengan aman,” tegasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin