RadarBanyuwangi.id – Imbauan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim terkait pembongkaran tugu pencak silat yang berdiri di fasilitas umum atau tanah negara direspons positif oleh perguruan silat di Banyuwangi.
Kali ini giliran tugu perguruan silat di Desa/Kecamatan Tegalsari yang dipugar.
Tugu milik Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tersebut dialihfungsikan menjadi tugu gema wisata Mojoroto sebagai ikon milik desa.
Tugu yang berada di pinggir jalan tersebut diganti dengan tulisan ”Gema Wisata Mojoroto Sopo Suci Adoh Beboyo Pati”.
Pemugaran tersebut mengurangi jumlah tugu yang akan ditertibkan oleh Bakesbangpol Banyuwangi. Dari total 36 tugu yang harus ditertibkan, kini tersisa 30 tugu.
Tugu yang telah ditertibkan tersebut berdiri di fasilitas umum (fasum). Sedangkan tugu yang berdiri di lahan pribadi masih belum yang ada ditertibkan.
”Alhamdulillah, satu per satu tugu ditertibkan dengan secara mandiri oleh perguruan silat. Dengan demikian kesadaran anggota perguruan silat sudah mulai meningkat,” ujar Plt Kepala Bakesbangpol Banyuwangi Mohammad Lutfi.
Lutfi mengatakan, tugu milik PSHT tersebut diubah menjadi tugu gema wisata. ”Proses penggantiannya dengan mengubah gambar perguruan silat dengan tulisan gema wisata,” katanya.
Penggantian tugu perguruan tersebut berkat kerja keras tim terpadu penanganan konflik yang ada di wilayah. Tim berhasil melakukan pendekatan sehingga tidak terjadi konflik atau gesekan.
”Kami harapkan semua tugu dapat ditertibkan mengacu imbauan yang telah dikeluarkan oleh Pemprov Jatim dengan Ikatan Perguruan Silat Indonesia (IPSI),” jelas Lutfi.
Lutfi berharap, semua perguruan silat di Banyuwangi melaksanakan imbauan tersebut sesuai hasil kesepakatan.
”Solidaritas perguruan memang diakui cukup tinggi, namun kami berharap ketika ketuanya sudah menyepakati, anggota di tingkat ranting juga harus melaksanakan imbauan tersebut,” pintanya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin