RadarBanyuwangi.id – Sarana pengelolaan sampah di Banyuwangi segera bertambah. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPST 3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, bakal diresmikan hari ini (16/9).
Sebelum resmi beroperasi, kegiatan pemicuan terus dilakukan Program Banyuwangi Hijau. Kegiatan diadopsi dari pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 4 (Pengamanan Sampah Rumah Tangga) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.
Kegiatan pemicuan salah satunya dilakukan di kediaman Megawan, tokoh masyarakat Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jumat (15/9).
Pelaksanaan pemicuan diikuti oleh warga di wilayah Rukun Tetangga (RT) setempat.
Kegiatan pemicuan dilakukan dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah tuntas (zero waste management).
Selain itu, juga untuk persiapan operasional TPST 3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon. ”Ini pemicuan di Desa Songgon titik kelima puluh,” ungkap Kepala Desa Songgon Moh. Qoderi.
Dari pemicuan tersebut, nantinya akan dilanjutkan dalam forum pleno dusun dan pleno desa untuk kemudian ditetapkan dalam peraturan desa (perdes).
Yang menarik, pemicuan kali ini juga ditinjau langsung oleh Direktur Sustainability and Public Affairs Borealis Markus Horcher, Senior Manager Borealis Anthony Berthold, dan Laura Gonzales dari USAID-US Embassy serta Direktur Program Banyuwangi Hijau Andre Kuncoroyekti dan Program Manager Banyuwangi Hijau Steven Sujoto.
Sementara itu, Koordinator Komunikasi Perubahan Perilaku dari Banyuwangi Hijau Farah Amin mengatakan, sejauh ini telah diberlakukan lima peraturan bupati (perbup) yang menjadi payung hukum pengelolaan sampah di Banyuwangi.
Dari hasil pemicuan yang dilakukan sejak Maret hingga pertengahan September 2023, saat ini telah menjangkau 22.311 warga.
Sebanyak 3.326 orang di antaranya kini menerima layanan pengangkutan sampah.
”Dari 3.326 orang yang menerima layanan sampah ini berasal dari Desa Balak, Kecamatan Songgon dan Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh,” jelasnya.
Dari 3.326 orang yang menerima layanan persampahan tersebut, menghasilkan 17 ton sampah yang telah diangkut.
Sampah-sampah tersebut terdiri dari bahan daur ulang 9 persen, sampah organik 59 persen, residu 32 persen, dan 30 persen sampah dialihkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (ddy/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin