Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalanan Macet, Peserta Karnaval yang Digelar Dalam Rangka HUT ke-78 RI Di Kota Genteng Sampai Malam

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 6 September 2023 | 03:30 WIB
MALAM: Salah satu peserta saat melintas di Jalan KH Hasyim Asyari Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng sekitar pukul 19.00, Minggu (3/9).
MALAM: Salah satu peserta saat melintas di Jalan KH Hasyim Asyari Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng sekitar pukul 19.00, Minggu (3/9).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng  – Acara karnaval yang digelar dalam rangka HUT ke-78 RI di Kota Genteng, berlangsung hingga malam, Minggu (3/9). Hingga berita ini ditulis pukul 19.00, peserta masih berjalan dengan sound system yang diputar keras dan menggelegar.

Dengan start di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, karnaval ini sebenarnya dimulai pukul 09.00 dengan lima peserta dari desa yang ada di Kecamatan Genteng. “Jalanan macet semua karena karnaval,” kata pemuda asal Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu yang namanya tidak mau dikorankan.

Pemuda yang punya usaha jual ikan hias di rumahnya itu, mengaku kesulitan pergi ke cargo untuk mengirim ikan pada pemesannya. “Ini pas ada pesanan ikan ke Madiun, biasanya kirim lewat JNT Cargo, tapi karena jalanan macet harus mutar-mutar cari jalan tikus,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Apesnya, jelas dia, jalan tikus di sekitar lokasi karnaval mendadak jadi lokasi parkir liar. Malahan, badan jalan raya di timur trafigh light Desa Genteng Wetan, juga dibuat tempat parkir. “Baru dibuka kalau yang mau lewat ngasih uang. Mereka bilang seikhlasnya, tapi jalannya tetap ditutup kalau tidak dikasih uang,” paparnya.

Saat memaksa masuk ke jalur karnaval, kemacetan justru tambah parah. Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng tidak ada petugas panitia yang berjaga di jalur karnaval. Itu membuat peserta menghabiskan banyak waktu di jalan. “Setiap titik dijadikan lokasi atraksi, sehingga molor waktunya,” katanya.

Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana mengatakan sudah bekerja maksimal agar kemacetan tidak terjadi. “Anggota disebar, khusus di jalur-jalur persimpangan kita pasang anggota untuk mengatur,” jelasnya.

Ketua panitia karnaval Salim tidak bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui WhatsApp (WA), juga tidak dibalas. Salah satu panitia M Rifai mengakui dalam karnaval ini jalan di Kota Macet. “Pesertanya Cuma lima, tapi banyak,” katanya.

Rifai menyebut panitai sudah membatasi peserta karnval yang berasal sari desa di Kecamatan Genteng. Tapi nyatanya, yang ikut membeludak. “Setiap peserta dibatasi 600 orang, ini ribuan,” ujarnya.

Karnaval di Kecamatan Genteng, terang dia, memang perlu dievaluasi. Selain jumlahnya yang harus diatur, saat karnaval umum anak-anak juga tidak boleh ikut. “Saya prediksi sampai malam, ini yang sering menjadi sorotan para tokoh agama, sound juga menggelegar,” ungkapnya.(sas/abi)  

Editor : Agus Baihaqi
#hut ri #lokasi parkir #sound system #karnaval #jalan tikus #jalan macet #atraksi