GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Pemerintah Desa (Pemdes) Genteng Wetan, Kecamatan Genteng akan terus mengembangkan lokasi wisata Talang Hills yang ada di desanya. Tempat wisata yang sudah diresmikan sejak Desember 2020 lalu itu, rencananya akan dikembangkan menjadi lokasi agrowisata dan olahraga.
Kepala Desa Genteng Wetan, H. Sukri mengungkapkan, saat ini Pemdes Genteng Wetan sedang menggarap ulang konsep lokasi wisata Talang Hills. “Tidak mati (lokasi wisata), tapi memang sedang kami kembangkan. Konsepnya kita kerjakan lagi,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Sukri, wisata Talang Hills yang sudah mulai beroperasi itu, direncanakan akan menjadi agrowisata dan lokasi yang asyik untuk ngecamp. “Untuk camp bisa, nantinya akan jadi lokasi agrowisata alias wisata kebun,” ujarnya.
Sukri menyebut, saat ini di lokasi itu sedang dibangun lapangan sepak bola. Ini untuk menunjang kebutuhan olahraga warganya. “Kalau sekarang ke sana, pasti bisa lihat ada alat berat sedang meratakan tanah. Itu untuk lapangan sepakbola mini,” ungkapnya.
Wisata Talang Hills yang ada di desanya itu, lanjut dia, merupakan bukit yang berada di sisi utara talang dan menjadi pembatas Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng dengan Desa Karangsari, Kecamatan Sempu yang dulunya dikenal angker. Tempat itu, kini digarap menjadi destinasi wisata. “Di puncak bukit itu dibangun landmark bertuliskan Talang Hill,” ujarnya.
Warga sekitar menyebut lokasi itu dengan sebutan talang. Nama itu mengacu talang atau saluran air yang juga difungsikan sebagai jembatan penghubung dua desa. Sedangkan bukit di sisi utara talang, selama ini nyaris tidak pernah disentuh. “Talang air itu menghubungkan saluran air,” terangnya.
Dengan adanya bangunan ini, terang dia, warga sekitar senang, Apalagi, dikelola menjadi daerah wisata. Ia berharap masyarakat sekitar bisa mendapat manfaat. “Nanti akan jadi pusat ekonomi, dekat perdagangan sepeda dan pasar hewan,” katanya.
Konsep bukit talang itu, terang dia, baru akan digarap, dan itu nantinya akan dibuat terbuka untuk semua warga. Panorama yang paling bagus di tempat itu, bisa didapatkan saat sore atau malam hari. “Siang bagus, malam lebih bagus, untuk lokasi konser juga bisa,” terangnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi