RadarBanyuwangi.id – Ada yang berbeda dengan bangunan pos penjaga lintasan kereta api (KA) di Jalan Argopuro, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Bangunan yang digunakan petugas PT KAI untuk mengontrol pintu lintasan tersebut kini dirombak dengan nuansa omah adat Oseng.
Bangunan yang berada tak jauh dari Stasiun KA Argopuro tersebut direnovasi dengan ornamen eksterior tembok bata dan tiang kayu khas rumah masyarakat suku Oseng.
Atapnya dibuat dengan model tikel balung dengan posisi tetap menghadap langsung rel kereta api.
Pelaksana Harian Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Anwar Yuli Prastyo mengatakan, renovasi pos Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 19 Argopuro dilakukan sejak awal bulan Agustus.
Hingga saat ini, proses renovasi masih terus berlangsung. Pos tersebut direnovasi karena bangunan lama sudah memasuki masa perawatan.
Anwar menambahkan, pihaknya sengaja merancang bangunan pos dengan mengadopsi arsitektur rumah adat suku Oseng.
”Untuk tahun ini baru satu bangunan, kebetulan waktunya renovasi. Kami sesuaikan dengan rumah adat Oseng,” jelasnya.
Pembangunan pos dengan nuansa budaya lokal sesuai dengan arahan Direktur Utama PT KAI.
Ke depan, tak hanya pos JPL saja, namun semua bangunan PT KAI diminta untuk bisa dibangun dengan model arsitektur yang mengadopsi kearifan lokal.
Selain sebagai bentuk dukungan KAI untuk turut melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal, Anwar menyebut hal itu juga agar masyarakat Banyuwangi lebih dekat dengan kereta api.
”Nantinya jika ada renovasi bangunan lain, akan kami sesuaikan dengan bangunan masyarakat Oseng, termasuk bangunan Stasiun Banyuwangi Kota yang akan dikembangkan nanti,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin