RadarBanyuwangi.id – Operator kapal yang melintasi rute Ketapang-Gilimanuk perlu melakukan pengamanan ekstra ketat. Kendaraan di dalam kapal harus diikat supaya tidak terombang-ambing ombak.
Gara-gara tidak diikat (lashing), truk yang berada di dalam kapal Minggu (27/8) terguling hingga menimpa enam sepeda motor.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan di dalam KMP Nusa Makmur tersebut. Hanya saja, enam sepeda motor rusak berat tertindih truk.
Sepeda motor yang didominasi jenis matic tersebut ringsek akibat tertimpa badan truk. Bagian depan motor menempel dengan bagian jok motor.
Nakhoda KMP Nusa Makmur Sugeng Haeruma melaporkan, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 12.35 WIB.
Di tengah perjalanan menuju Gilimanuk, kondisi ombak Selat Bali sangat besar. Tak pelak, truk nopol DK 8182 PU bermuatan kedelai tiba-tiba terguling ke kiri dan langsung menimpa beberapa sepeda motor yang parkir di sebelahnya.
Dari laporan nakhoda, truk sudah di-lashing. Saking beratnya muatan, tali pengikat putus sehingga truk tetap terguling dan menimpa muatan lainya. Pascakejadian tersebut, kapal kembali ke Pelabuhan Ketapang setelah sempat bersandar di dermaga MB 1 Gilimanuk.
Truk beserta enam kendaraan roda dua dibawa kembali ke Pelabuhan Ketapang untuk dievakuasi karena mengalami kerusakan.
Kepala Koordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (Korsatpel BPTD) Kelas II Jatim Wilayah Ketapang Rocky Surentu membenarkan insiden tersebut menimbulkan kerusakan pada sepeda motor yang diangkut KMP Nusa Makmur.
Seharusnya pihak operator kapal benar-benar memastikan proses lasing berjalan dengan tepat sebelum kapal berangkat.
Kejadian tersebut kemungkinan petugas kapal hanya memasang satu atau dua tali lashing. Seharusnya petugas menghitung bobot kendaraan, lalu memperkirakan apakah tali lashing mampu menahan kendaraan tersebut saat terjadi guncangan di dalam kapal.
"Ombak di Selat Bali memang tinggi. Dalam kondisi seperti ini seharusnya jangan menggunakan satu atau dua tali lashing,,’’ saran Rocky. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin