Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Uji Penyelamatan Laka Laut, Basarnas Simulasi di Selat Bali

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 23 Agustus 2023 | 20:00 WIB
Dua kapal cepat milik Basarnas melakukan simulasi penyelamatan di Selat Bali, Selasa (22/8).
Dua kapal cepat milik Basarnas melakukan simulasi penyelamatan di Selat Bali, Selasa (22/8).

RadarBanyuwangi.id – Kecelakaan di wilayah perairan menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditangani oleh Basarnas di wilayah Jawa Timur.

Selasa (22/8) sebanyak 25 personel Basarnas dari beberapa pos di Jawa Timur melakukan simulasi penyelamatan korban kecelakaan kapal di perairan Selat Bali.

Simulasi dilakukan dengan skenario penyelamatan korban kecelakaan kapal yang tersebar di beberapa titik di Selat Bali.

Personel Basarnas menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) kemudian melakukan pencarian di sekitar tempat kecelakaan kapal terjadi.

Selanjutnya, personel Basarnas turun untuk menyelamatkan salah satu korban yang masih hidup. Korban kemudian dibawa ke daratan sebelum kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans yang sudah disiapkan.

”Kami simulasikan kecelakaan kapal, ada tiga orang korban. Satu ditemukan dan dua lainnya masih dalam pencarian. Simulasi ini melibatkan 25 personel dan beberapa peralatan yang kami miliki,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya Muhamad Hariyadi.

Basarnas sengaja memilih Selat Bali sebagai tempat simulasi karena dianggap menjadi salah satu lokasi yang cukup sulit untuk ditaklukkan.

Kondisi ini membuat personel benar-benar bisa melakukan uji coba penyelamatan di medan yang berat.

”Kami juga menguji kemampuan personel dan kesiapan sarpras yang kami miliki. Sesuai musibah yang sering kami tangani di Jawa Timur, sebagian besar adalah kecelakaan di air,” imbuh Muhamad.

Karakteristik Selat Bali yakni laut dengan arus bawah yang sangat kuat. Saat terjadi kecelakaan kapal, banyak korban yang tidak ditemukan. Korban terseret arus kencang dan langsung terbawa hingga ke Samudra Hindia.

”Laporan yang sering kami terima kejadian man over board (orang melompat dari kapal) yang terjadi di Selat Bali. Banyak dari mereka langsung hilang karena arusnya kuat,” tandas Muhamad. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#simulasi #kecelakaan kapal #penyelamatan #pencarian #selat bali #basarnas