RadarBanyuwangi.id – Dua titik median jalan di sepanjang Jalan Brawijaya, Banyuwangi, rusak akibat disasak truk berukuran besar dalam kurun beberapa hari terakhir.
Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU-CKPP) bergerak cepat melakukan pembersihan guna menghindari potensi kecelakaan akibat puing-puing yang berserakan di jalan.
Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PU-CKPP Bayu Hadiyanto membenarkan adanya sejumlah median jalan yang rusak akibat kecelakaan.
Dia menyebut, kerusakan median jalan tersebut mayoritas disebabkan kecelakaan tunggal yang melibatkan truk.
Hingga pertengahan tahun ini ada empat titik median jalan yang rusak. Termasuk kasus terbaru yang terjadi di Jalan Brawijaya, Banyuwangi. ”Ada dua titik median di Jalan Brawijaya yang rusak karena ditabrak truk,” ujar Bayu, Jumat (4/8).
Bayu menuturkan, lokasi pertama median yang rusak di Jalan Brawijaya, masuk wilayah Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Median tersebut rusak lantaran ditabrak truk Fuso dengan nomor polisi (nopol) E 9576 B pada Minggu malam (30/7).
Sedangkan titik kedua berada di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Banyuwangi. Median di titik tersebut ditabrak truk tangki Pertamina kemarin (4/8). Tidak hanya mengakibatkan median jalan rusak, kecelakaan tersebut juga membuat tiang listrik di lokasi kejadian roboh.
”Petugas langsung datang ke lokasi untuk pengamanan tiang listrik yang roboh dan puing-puing median jalan yang hancur,” ujar bayu.
Bayu menyebut, perbaikan median jalan yang berada di Jalan Brawijaya tersebut akan ditanggung oleh pihak yang bersangkutan.
Sedangkan pihak Dinas PU-CKPP bertugas untuk mengawasi proses perbaikan jalan. Dalam kasus ini, pemilik truk sepenuhnya bertanggung jawab dalam proses perbaikan dengan syarat kualitas median jalan yang diperbaiki harus sama dengan semula.
”Harus diperbaiki oleh pemilik truk dan kami arahkan ke rekanan yang sudah mengerjakan median tersebut sehingga kualitasnya tetap sama. Dari sisi kualitas tetap kami awasi. Kalau mereka tidak membetulkan, maka urusan dengan kepolisian tidak selesai,” ucapnya.
Bayu mengungkapkan, selain akibat ditabrak truk, ada pula beberapa kasus kerusakan median jalan lain akibat tabrak lari. Terutama pada daerah tertentu yang tidak terpasang closed circuit telvision (CCTV).
”Akibat tabrak lari tersebut, maka kami (Dinas PU-CKPP) yang mengerjakan perbaikan. Untuk antisipasi tersebut, terdapat anggaran rutin untuk pemeliharaan median jalan sepanjang tahun 2023 sekitar Rp 100 juta,” pungkas Bayu. (rei/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin