Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gedung Inggrisan Banyuwangi Simpan Jejak Sejarah dengan Kota Broome, Australia Barat

Sigit Hariyadi • Rabu, 2 Agustus 2023 | 20:30 WIB
MASIH KOKOH: Bangunan tua di komplek Inggrisan Banyuwangi berusia ratusan tahun.
MASIH KOKOH: Bangunan tua di komplek Inggrisan Banyuwangi berusia ratusan tahun.

RadarBanyuwangi.id – Gedung Inggrisan dibangun pada tahun 1889. Tak sekadar menjadi bangunan cagar budaya di kabupaten the Sunrise of Java, kompleks Inggrisan juga menyimpan sejarah panjang Banyuwangi.

Ya, Gedung Inggrisan dahulu merupakan kantor dagang Inggris. Bangunan ini didirikan oleh British East India Company (BEIC).

Selain kantor dagang, gedung ini juga menyimpan jejak sejarah yang menghubungkan Banyuwangi dengan Kota Broome, Australia Barat.

Kedua kota tersebut pernah terkoneksi pada awal abad 18 dalam satu jalur kabel telegram bawah laut. Jaringan kabel tersebut dibangun Inggris mulai Eropa hingga Australia. 

Sisa terowongan bawah tanah yang menjadi penyambung kabel itu masih ada sampai sekarang.   

Hal itu diungkapkan oleh Dr Thor Kerr dari Curtin University Perth Australia Barat dan Irfan Wahyudi PhD dari Universitas Airlangga.

Kedua peneliti tersebut menjelaskan, terdapat bukti-bukti tertulis keterkaitan antara dua kota itu dan didukung adanya bangunan yang mirip di dua kota tersebut.

Menurut Irfan, ada kisah historis yang cukup kuat antara Broome dan Banyuwangi.

Kedua kota ini pernah terhubung pada 1889 melalui kabel telegram bawah laut yang dibentangkan dari Banyuwangi ke Broom. Kabel ini ditarik dengan kapal selama 10 hari.

Pada masa itu, kata Irfan, Australia tengah berada dalam pendudukan Inggris.

Kabel telegram ini fungsinya untuk menyambungkan orang-orang di Inggris maupun Australia untuk saling berkomunikasi terutama untuk berhubungan dengan sanak famili mereka.

”Kabel itu terbentang mulai Eropa di Inggris melalui Afrika sampai Timur Tengah dan India. Dari India menyambung sampai Singapura lalu masuk ke Jawa melalui Batavia terus menuju jalur Daendels (Panarukan–Situbondo) hingga sampai ke Banyuwangi. Dari Banyuwangi, lalu jalurnya langsung menuju Broome. Ada juga yang ke Darwin tapi tidak direct,” ujarnya saat berada di Banyuwangi Desember 2019 lalu.

Irfan melanjutkan, kantor operator untuk yang ada di Banyuwangi adalah asrama Inggrisan. Bangunan tersebut memiliki kesamaan arsitektur dengan kantor gedung yang menjadi kantor operator di Broome dulu.

Singkat cerita, Pemkab Banyuwangi yang sejak beberapa tahun terakhir getol mengembangkan sektor pariwisata ”melirik” kompleks Inggrisan itu.

Di era kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas, pemkab berencana merehabilitasi bangunan yang ”hanya” berjarak sekitar 500 meter dari Pendapa Sabha Swagata Blambangan tersebut.

Upaya Pemkab Banyuwangi disambut positif pihak TNI Angkatan Darat (AD) selaku pemilik kompleks Inggrisan.

Bahkan, pada Agustus 2019 lalu, Kodam V Brawijaya bersama Pemkab Banyuwangi menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk merevitalisasi bangunan tersebut. MoU tersebut diteken langsung Pangdam V/Brawijaya kala itu, yakni Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi dan Bupati Abdullah Azwar Anas.

Pangdam Wisnoe mengungkapkan apresiasinya terhadap proses yang telah berjalan ini.

”Syukur, akhirnya MoU ini terlaksana. Dengan MoU ini, payung hukum untuk kerja sama revitalisasi Inggrisan telah ada,” ujarnya usai penandatanganan MoU di Markas Kodam V/Brawijaya Surabaya, Selasa (6/8/2019) lalu.

Tempat yang akan direvitalisasi adalah aset bersejarah milik TNI AD yang berlokasi persis di barat Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan.

Bangunan tersebut dulunya merupakan kantor dagang Inggris yang didirikan oleh British East India Company (BEIC). Bangunan itu dikenal dengan nama ”Inggrisan” dan kini telah menjadi bangunan cagar budaya Banyuwangi. (sgt/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#universitas airlangga #kantor #inggris #kabel #cagar budaya #telegram #perth australia barat