Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kuota Gas Elpiji 3 Kg Banyuwangi Ditambah, Operasi Pasar Diminta Beralih ke Pangkalan

Gareta Yoga Eka Wardani • Kamis, 27 Juli 2023 | 23:00 WIB
TEMUKAN SOLUSI: Suasana rapat gelar dengar pendapat permasalahan gas elpiji melon di kantor DPRD Banyuwangi, Rabu (26/7).
TEMUKAN SOLUSI: Suasana rapat gelar dengar pendapat permasalahan gas elpiji melon di kantor DPRD Banyuwangi, Rabu (26/7).

RadarBanyuwangi.id – DPRD Banyuwangi kembali menggelar rapat dengar pendapat (hearing) permasalahan gas di Banyuwangi. Sejumlah poin dibahas dalam rapat tersebut. Salah satunya unsur legislatif meminta tambahan kuota gas elpiji 3 kilogram (melon) kepada pertamina.

Rapat dengar pendapat tersebut dilakukan di kantor DPRD Banyuwangi, Rabu (26/7). Dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni’mah. Serta dihadiri Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara dan Sales Brand Manager Pertamina Banyuwangi Denny Nugrahanto.

Made mengungkapkan, pelaksanaan rapat tersebut tidak lain adalah untuk menemukan solusi dari permasalahan kelangkaan gas di Banyuwangi. Serta terbentuk kesepakatan antara Pemkab Banyuwangi dengan pihak Pertamina terkait penambahan kuota.

”Hari ini disepakati bahwa Pertamina akan menambah kuota sebanyak 52 ribu yang akan langsung dropping di pangkalan. Kita juga meminta data tersebut untuk membantu distribusinya di lapangan,” ujarnya, Rabu (26/7).

Made memahami betul, permasalahan elpiji ini sangat krusial bagi masyarakat. Tidak hanya berdampak pada ibu rumah tangga. Lebih dari itu, warga yang memiliki usaha mikro tidak luput dari dampak kelangkaan elpiji.

”Karena ini menyangkut dengan persoalan di masyarakat yang sangat dibutuhkan kehidupan sehari-hari mereka. Makanya perlu ada tindakan cepat,” lanjutnya.

Selanjutnya, Komisi II DPRD memberi rekomendasi terkait pelaksanaan operasi pasar yang telah dilakukan di sejumlah lokasi di Banyuwangi. Legislatif merasa, pelaksanaan operasi pasar membuat masyarakat saling berdesakan. Sehingga membuat kerumunan lebih banyak dan tidak nyaman.

”Komisi II DPRD juga merekomendasikan operasi pasar dialihkan di sudut pangkalan. Karena kasihan bagi masyarakat miskin untuk datang dengan berjubel-jubel. Seharusnya barang di dropping ke pangkalan. Agar masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke operasi pasar. Kasihan mereka, lebih baik langsung disalurkan ke pangkalan,” lanjutnya.

Made dan tim berkomitmen membantu masyarakat untuk memperoleh gas elpiji dengan mudah. Oleh karena itu, Made bekerja sama dengan pertamina terkait dengan data pangkalan yang memiliki stok elpiji.

”Makanya kita minta data, pangkalan mana yang ditambahi berapa. Sehingga nanti masyarakat bisa langsung diarahkan ke pangkalan,” ucapnya.

Sementara itu, Sales Brand Manager Pertamina Banyuwangi Denny Nugrahanto mengimbau masyarakat untuk membeli gas elpiji di pangkalan resmi Pertamina. Selain memastikan harga jual sesuai dengan ketentuan yaitu Rp 16 ribu. Masyarakat juga tidak perlu risau dengan jarak untuk membeli gas elpiji.

”Untuk masyarakat kami imbau mencari pangkalan kami agar tidak perlu berdesakan. Terutama mendapat gas sesuai dengan harga yang ditentukan yaitu Rp 16 ribu. Pangkalan kami akan tersebar di beberapa wilayah di Banyuwangi,” katanya.

Denny meminta masyarakat untuk tidak menimbun gas elpiji atau membeli gas secara berlebihan. Karena stok distribusi elpiji setiap hari selalu dilakukan. ”Masyarakat tidak perlu menimbun dan lainnya. Cukup membeli seperlunya tanpa harus berlebihan. Karena suplai terus kami lakukan setiap hari, karena memang pemakaian biasa hanya satu tabung. Barang kita tetap salurkan sesuai dengan kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat. Kuota penyaluran gas LPG melon untuk wilayah Banyuwangi tahun 2023 mencapai 54 ribu metrik ton. Sedangkan penyaluran per hari sebesar  153 hingga 155 metrik untuk seluruh wilayah di Banyuwangi,” kata Denny.

Dikonfirmasi ke Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diksop-UMP) Suminten. Pelaksanaan operasi pasar tetap dilakukan dengan memperhatikan sejumlah hal.

”Operasi pasar tetap berjalan dan Pertamina tetap mendistribusikan elpiji ke pangkalan setiap hari dengan tambahan yang telah disepakati,” pungkasnya. (rei/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#elpiji #DPRD Banyuwangi #operasi pasar #pangkalan #3 kg #gas #subsidi