RadarBanyuwangi.id – Upaya mewujudkan Banyuwangi sebagai kabupaten layak difabel terus dilakukan. Berbagai sarana yang ramah terhadap penyandang disabilitas dibangun di kabupaten the Sunrise of Java. Termasuk di trotoar, ruang terbuka hijau, perkantoran pemerintah, dan sebagainya.
Hal serupa juga menyasar museum di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini, yakni Museum Geopark Ijen. Museum yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani ini dilengkapi dengan panel informasi dengan tulisan berhuruf braille.
General Manager Geopark Ijen Abdillah Baraas menjelaskan, panel braille ini adalah sebuah terobosan dan ide yang dikembangkan oleh akademisi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Mereka ingin mengenalkan Geopark Ijen kepada semua lapisan masyarakat Banyuwangi, termasuk pada kalangan difabel.
”Dengan adanya museum yang dapat diakses oleh teman-teman difabel, diharapkan pesan dan keindahan tentang Ijen Geopark dapat digambarkan melalui tulisan braille yang dapat dibaca oleh mereka. Terlebih, saat ini diketahui Ijen telah masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark,” ujarnya.
Panel braille di Museum Geopark Ijen berbentuk prisma persegi. Dalam satu prisma pengunjung yang datang dapat melihat foto, keterangan dalam bahasa Indonesia, dan keterangan yang ditulis dengan huruf braille di sisi lainnya.
Di masing-masing prisma tersebut, dijelaskan tentang geological site yang ada, baik di wilayah Banyuwangi maupun Bondowoso. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin