Semarak hari kelahiran Pancasila juga terasa di sejumlah Stasiun Pengisi Bahan Bakar Umum (SPBU). Seperti yang terlihat di SPBU Karangente, Jalan Brawijaya Banyuwangi, Kamis (1/6). Selama melayani pembeli, petugas SPBU mengenakan pakaian adat khas Oseng.
Dengan penuh keramahan, petugas operator yang didominasi laki-laki menggunakan udeng dan sarung batik saat melayani pelanggan. Sedangkan petugas perempuan mengenakan kebaya. ”Ini memang instruksi dari pimpinan, untuk menghargai dan menghormati momen Hari Lahir Pancasila,” ujar pengawas SPBU Karangente, Anis Fauriyah.
Anis mengatakan, hari kelahiran Pancasila menjadi momentum untuk menjaga budaya Indonesia, khususnya Banyuwangi. Makanya, seluruh petugas yang berjumlah 23 orang wajib mengenakan pakaian adat Banyuwangi.
Hari Lahir Pancasila juga diperingati oleh keluarga besar Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Hakim dan pegawai setempat melaksanakan upacara bendera di halaman PN Banyuwangi, Jalan Adi Sucipto, Kamis (1/5). Ada 12 hakim dan 50 panitera yang mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat. Mereka mengenakan pakaian adat Oseng, Bali, Betawi, Baduy, dan Jawa.
Ketua PN Banyuwangi Moehammad Pandji Santoso mengatakan, hari lahirnya Pancasila menjadi momentum penandaan suatu sikap. Pancasila lahir atas keberagaman suku, adat, dan budaya. ”Semua hakim maupun karyawan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Khususnya adat Oseng yang memang menjadi ciri khas Banyuwangi,” katanya.
Nuansa kebangsaan juga terasa di Lapas Kelas II Banyuwangi. Narapidana dan petugas lapas menggelar upacara bendera di halaman Lapas Banyuwangi. Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto yang mengenakan pakaian adat Sumatra Barat bertindak sebagai inspektur upacara. Dia mengajak warga binaan untuk merenungi dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Menurut Wahyu, hal yang dapat dilakukan oleh warga binaan adalah mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik dan menghindari segala bentuk pelanggaran. ”Saya hanya ingin para napi mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik, khususnya pembinaan yang berkaitan dengan agama akan menjadikan kalian selalu mengingat Tuhan,” pesannya. (rio/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud