Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peringati Harlah Pancasila, Dari Petugas SPBU hingga Pejabat Kenakan Pakaian Adat

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 3 Juni 2023 | 02:34 WIB
PAKAI UDENG: Petugas SPBU Karangente, Jalan Brawijaya, Banyuwangi, melayani pembeli dengan memakai pakaian adat khas Oseng. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PAKAI UDENG: Petugas SPBU Karangente, Jalan Brawijaya, Banyuwangi, melayani pembeli dengan memakai pakaian adat khas Oseng. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hari kelahiran Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Kamis (1/6) diperingati dengan upacara bendera di sejumlah instansi. Mulai lembaga pendidikan, kantor pemkab, lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga pengadilan negeri, menggelar upacara bendera dengan mengenakan pakaian adat nusantara.

Semarak hari kelahiran Pancasila juga terasa di sejumlah Stasiun Pengisi Bahan Bakar Umum (SPBU). Seperti yang terlihat di SPBU Karangente, Jalan Brawijaya Banyuwangi, Kamis (1/6). Selama melayani pembeli, petugas SPBU mengenakan pakaian adat khas Oseng.

Dengan penuh keramahan, petugas operator yang didominasi laki-laki menggunakan udeng dan sarung batik saat melayani pelanggan. Sedangkan petugas perempuan mengenakan kebaya. ”Ini memang instruksi dari pimpinan, untuk menghargai dan menghormati momen Hari Lahir Pancasila,” ujar pengawas SPBU Karangente, Anis Fauriyah.

Anis mengatakan, hari kelahiran Pancasila menjadi momentum untuk menjaga budaya Indonesia, khususnya Banyuwangi. Makanya, seluruh petugas yang berjumlah 23 orang wajib mengenakan pakaian adat Banyuwangi.

Photo
Photo
SIMBOL BHINNEKA TUNGGAL IKA: Seluruh hakim dan karyawan PN Banyuwangi menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati hari kelahiran Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, Kamis (1/6). (Bagus Rio/Radar Banyuwangi)

Hari Lahir Pancasila juga diperingati oleh keluarga besar Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Hakim dan pegawai setempat melaksanakan upacara bendera di halaman PN Banyuwangi, Jalan Adi Sucipto, Kamis (1/5). Ada 12 hakim dan 50 panitera yang mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat. Mereka mengenakan pakaian adat Oseng, Bali, Betawi, Baduy, dan Jawa.

Ketua PN Banyuwangi Moehammad Pandji Santoso mengatakan, hari lahirnya Pancasila menjadi momentum penandaan suatu sikap. Pancasila lahir atas keberagaman suku, adat, dan budaya. ”Semua hakim maupun karyawan menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Khususnya adat Oseng yang memang menjadi ciri khas Banyuwangi,” katanya.

Nuansa kebangsaan juga terasa di Lapas Kelas II Banyuwangi. Narapidana dan petugas lapas menggelar upacara bendera di halaman Lapas Banyuwangi. Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto yang mengenakan pakaian adat Sumatra Barat bertindak sebagai inspektur upacara. Dia mengajak warga binaan untuk merenungi dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Menurut Wahyu, hal yang dapat dilakukan oleh warga binaan adalah mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik dan menghindari segala bentuk pelanggaran. ”Saya hanya ingin para napi mengikuti kegiatan pembinaan dengan baik, khususnya pembinaan yang berkaitan dengan agama akan menjadikan kalian selalu mengingat Tuhan,” pesannya. (rio/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#NKRI #upacara #adat #Harlah Pancasila