Salah satu pengunjung, Yuli Widastuti, 32, asal Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, mengaku kurang nyaman saat datang ke Pelabuhan Muncar. “Tempat sebenarnya nyaman, hanya saja banyak sampah yang berserakan,” katanya.
Sampah itu terlihat ada di beberapa titik. Di sekitar pelabuhan yang dibangun sangat megah itu, sebenarnya sudah disediakan tempat sampah. “Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang,” ujarnya.
Yuli menyayangkan banyaknya sampah itu. Padahal, Pelabuhan Muncar bisa menjadi tempat wisata alternatif yang murah meriah di wilayah Kecamatan Muncar. “Ini untuk masuknya saja tidak ditarik biaya, di dalam juga bisa jajan karena banyak pedagang. Tapi sayang kotor banyak sampah,” katanya.
Persoalan sampah di Pelabuhan Muncar, sudah menjadi masalah tahunan. Bahkan, di utara pelabuhan ada sampah yang menumpuk. “Sebenarnya sudah pernah diupayakan untuk dibersihkan oleh masyarakat, pemerintah desa sampai pemerintah provinsi,” kata Sudomo, Pengurus Pokmas Sejahtera, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.
Hanya saja, lanjut dia, upaya bersih-bersih itu dilakukan hanya dengan mengumpulkan sampah yang berserakan di satu titik dan tidak lekas ditangani. “Akibatnya, sampah tersapu ombak dan kembali ke laut. Kemudian, mengotori pantai di sekitarnya,” jelasnya.
Sudomo menyebut perlu kerja sama yang baik dalam menangani masalah sampah di daerah pelabuhan ini. Masyarakat dan pemerintah perlu bersinergi. “Jangan sampai sampah ini menjadi permasalahan yang berlarut-larut dan membuat pengunjung tidak nyaman,” pungkasnya.(gas/abi) Editor : Gerda Sukarno Prayudha