Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pelestari Kebo-Keboan Alasmalang Tutup Usia

Agus Baihaqi • Selasa, 25 April 2023 | 12:03 WIB
BERJASA: Indra Gunawan (kiri) yang dikenal sebagai tokoh Kebo-keboan Alasmalang saat bertemu Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. (Dok. Pribadi)
BERJASA: Indra Gunawan (kiri) yang dikenal sebagai tokoh Kebo-keboan Alasmalang saat bertemu Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. (Dok. Pribadi)
SINGOJURUH, Jawa Pos Radar Genteng – Dunia seni Banyuwangi berduka. Salah satu tokoh pelestari Kebo-Keboan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Indra Gunawan, tutup usia di Rumah Sakit Darmo, Surabaya dalam usia 53 tahun pada Rabu (19/4) siang.

Indra menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.45 setelah 10 hari menjalani perawatan di rumah sakit itu karena penurunan fungsi ginjal. “Dirawat di Rumah Sakit Darmo hampir dua minggu,” terang kakak kandung Indra Gunawan, Awang Gunawan, 55, Kamis (20/4).

Menurut Awang, adik pertamanya itu pada 2015 sempat berobat ke rumah sakit. Dan sejak itu, tidak pernah merasakan sakit apapun. “Baru dua minggu lalu sakitnya kambuh dan mengeluh sakit,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, jelas dia, Indra didiagnosis mengalami penurunan fungsi ginjal. Selain itu,  kata dokter yang memeriksanya juga ada kelainan lambung. “Muntah-muntah karena kelainan lambung itu,” jelasnya.

Karena sakit itu, jelas dia, oleh keluarga Indra dibawa berobat ke Rumah Sakit Yasmin, Banyuwangi. Selanjutnya, dirujuk ke Rumah Sakit Darmo Surabaya. Dua hari setelah dibawa ke Surabaya, kondisinya menurun dan sempat dirawat di ruang ICU. “Setelah berjuang selama hamper dua minggu di rumah sakit, adik saya itu dinyatakan meninggal,” ujarnya.

Photo
Photo
Indra Gunawan. (Dok. Pribadi)

Jenazah Indra kemudian dibawa pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari jalan simpang tiga patung Kebo-Keboan di Desa Alasmalang, dan jenazah suami Sari Nurani Sukarno itu tiba di rumahny sekitar pukul 20.00. “Setelah disemayamkan, jenazah Indra dikebumikan di makam keluarga di Desa/Kecamatan Singojuruh.,” terangnya.

Meninggalnya sang legenda Kebo-keboan itu, membuat duka mendalam Ketua Pengurus Harian Aliansi Masyarat Adat Nusantara (AMAN) Osing Banyuwangi, Wiwin Indiarti. Menurutnya, Indra Gunawan dikenal sosok filantropis dan total saat memperjuangkan kelestarian adat dan budaya di Banyuwangi. “Kami sangat kehilangan atas kepergian beliau. Ia sosok yang darmawan dan selalu mendukung kebudayaan Banyuwangi,” ujarnya.

Dimata Wiwin, alamarhum dikenal sosok yang aktif dan tak pernah diam dalam urusan memajukan kebudayaan. Itu terlihat dari totalitasnya dalam mempromosikan adat Kebo-keboan di luar desanya. “Saking totalnya sampai merogoh kocek pribadi, makanya saya salut dengan perjuangan beliau dalam melestarikan adat budaya yang jadi kebanggaan masyarakat di desanya itu,” cetusnya.

Semasa hidup, jelas dia, Indra kerap memberikan fasilitas tempat bagi tim AMAN Osing saat melakukan pertemuan ataupun rapat. Meski, jelas dia, sudah tidak aktif sebagai pengurus di lembaga yang kini dinaunginya. “Beliau sangat suportif dan kerap memberikan fasilitas pada kami saat melakukan pertemuan. Simbol kemandirian masyarakat adat ada pada sosok almarhum,” ungkapnya.

Adat Kebo-keboan yang kini menjadi tradisi bagi warga Desa Alasmalang, kegiatan adat masyarakat agraris asli suku Osing. Tradisi yang digelar setiap Suro dalam penanggalan Jawa itu, kini menjadi acara rutin tahunan dan rangkaian dari Banyuwangi Festival (B-Fest) yang selalu dinanti ribuan masyarakat Bumi Blambangan.

Kebo-keboan itu ungkapan syukur masyarakat atas limpahan hasil panen sepanjang tahun. Serta tolak balak atau doa agar dihindarkan dari bencana dan mara bahaya. “Perjuangan Indra sangat besar manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.(gas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#Alasmalang #tradisi #budaya #seni #adat #obituari #kebo-keboan