Bibit buah tersebut akan ditanam pada lahan kosong di 29 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Harapannya, pohon buah yang merupakan tanaman keras akan menjadi pelindung kawasan hulu sungai di kabupaten the Sunrise of Java.
Bupati Ipuk mengatakan, aksi konservasi kawasan selingkar Raung dan Ijen harus terus digalakkan. ”Tanaman buah dipilih karena selain pohonnya menjaga alam, hasil buahnya juga bermanfaat secara ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya kemarin (14/4).
Ipuk menambahkan, aksi konservasi tersebut sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan tanah longsor. ”Kita terus masifkan pelaksanaannya dengan kolaborasi bersama berbagai pihak,” imbuhnya.
Puluhan ribu bibit tersebut telah Ipuk bagikan saat program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Bumi Perkemahan Jeongmara, Kecamatan Songgon awal bulan lalu (3/4).
Menurut Ipuk, konservasi sangat diperlukan guna menjaga vegetasi hutan maupun lahan-lahan yang kosong di pedesaan. ”Keberadaan tanaman akan membuat tanah berpori sehingga air mudah merembes ke dalam tanah. Hal ini bisa membantu meningkatkan persediaan air tanah sekaligus mencegah terjadinya banjir,” ujar bupati yang berulang tahun setiap 10 September tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Ilham Juanda mengatakan, bantuan bibit tersebut diberikan kepada kelompok tani (Poktan) di 29 desa pada 8 kecamatan yang terletak di sekitar Raung dan Ijen. ”Delapan Kecamatan tersebut meliputi Kalibaru, Glenmore, Sempu, Songgon, Licin, Glagah, Kalipuro, dan Wongsorejo,” urai Ilham.
Sebelumnya, pemkab juga telah melakukan penghijauan di kawasan Gantasan, Lereng Ijen. Sedikitnya seribu bibit pohon telah ditanam di kawasan hulu tersebut. Selain itu, juga dibuat rorak-rorak (parit buntu) untuk penahan air sehingga air hujan tidak langsung turun ke hilir. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono