Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pengerukan Sedimen Muara Kalilo Ditarget Selesai Sebelum Lebaran

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 31 Maret 2023 | 19:35 WIB
LAYAK JADI DESTINASI WISATA:  Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kadis PU Pengairan Guntur Priambodo dan Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo meninjau proses pengerukan sedimentasi di hilir Sungai Kalilo, Kamis sore (30/3). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
LAYAK JADI DESTINASI WISATA:  Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kadis PU Pengairan Guntur Priambodo dan Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo meninjau proses pengerukan sedimentasi di hilir Sungai Kalilo, Kamis sore (30/3). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Normalisasi di hilir Sungai Kalilo yang berlangsung tiga hari ini mengundang perhatian Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kamis sore (30/3), Ipuk didampingi Kepala Bappeda Suyanto Waspo Tondo Wicaksono dan Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo melihat dari dekat proses pengerukan lumpur dan tanah yang melibatkan tiga alat berat tersebut.

Pengerukan sedimentasi berlangsung setiap hari. Dinas Pengairan menargetkan pada Hari Raya Idul Fitri nanti, masyarakat Banyuwangi sudah bisa melihat kondisi muara Kalilo yang bebas dari sedimentasi.

Muara yang selama ini dipenuhi endapan menjadi salah satu penyebab meluapnya air Sungai Kalilo ke permukiman warga di Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan. ”Target kami bisa melakukan normalisasi sungai dengan anggaran BTT (biaya tidak terduga). Fokusnya di daerah hilir yang selama ini menjadi penyebab luapan banjir,” kata Ipuk.

Pemkab melalui Dinas PU Pengairan terus melakukan kajian, terutama untuk mengatasi banjir musiman yang terjadi di Banyuwangi. Setelah normalisasi di tingkat hilir, nantinya pengelolaan aliran sungai untuk mengantisipasi banjir akan terus dilakukan. ”Selanjutnya tidak lagi menggunakan BTT, tapi pakai APBD agar bisa menangani kebencanaan,” kata Ipuk.

Melihat kondisi sungai yang tampak bersih pasca dinormalisasi, Ipuk berharap masyarakat bisa ikut menikmati Kalilo, terutama sebagai salah satu destinasi sungai di tengah kota. ”Kalilo kita minta dihias, dibersihkan, dan dicat agar menjadi destinasi wisata air. Kita targetkan pengerukan selesai akhir Ramadan,” tegasnya.

Kepala Dinas PU Pengairan Guntur Priambodo menambahkan, setelah muara Kalilo dinormalisasi diharapkan bisa menampung antara 15 ribu sampai 18 ribu meter kubik air. Atau dengan kecepatan 400 sampai 600 meter kubik air per detik. Dengan kemampuan seperti itu Guntur optimistis ketika terjadi hujan lebat, air sungai tidak akan meluap sampai ke permukiman warga.

”Yang kita kerjakan saat ini adalah penanganan darurat. Jadi, untuk anggaran BTT kita kerjakan titik darurat. Fokus kita ada di dua segmen. Mulai dari jembatan bekas kantor BPN sampai jembatan Continental. Selanjutnya dari jembatan Continental ke muara Kalilo,” ungkap Guntur.

Dengan normalisasi di wilayah hilir, bisa mengembalikan kedalaman muara menjadi dua meter dengan lebar 30 meter. Selain itu, groundsill atau penahan di ujung muara rencananya akan dibongkar. Nantinya, air dari Kalilo benar-benar bisa mengalir dengan lancar. ”Pada pengerjaan reguler nanti kita berencana mengalirkan air ke muara Kampung Mandar yang sebelumnya memang jalur muara Kalilo. Untuk tanaman mangrove akan kita buka sampai 25 meter agar air bisa mengalir,” tegasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Sedimen Kalilo #Pengerukan #Antisipasi Banjir #Muara Kalilo #pengairan