Tak ada lagi pengendara yang menyerobot jalan ketika arus lalu lintas padat. Apalagi, di jam-jam sibuk sekolah, simpang empat Mojopanggung ramai anak-anak berangkat ke sekolah. Dengan dipasangnya traffic light, kepadatan arus lalin diharapkan bisa berkurang.
Traffic light baru tersebut sifatnya masih uji coba hingga sebulan ke depan. Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi masih terus mengantisipasi adanya kepadatan di traffic light baru tersebut. Dishub akan terus memantau kepadatan kendaraan di lokasi tersebut.
Pemantauan dilakukan melalui kamera CCTV yang telah dipasang di atas traffic light. Petugas dapat mengatur jaringan lampu jika sewaktu-waktu terjadi kepadatan kendaraan. ”Tetap kami pantau, karena memang ada petugas yang 24 jam selalu mengawasi layar monitor kamera CCTV yang terpasang di seluruh sudut kota Banyuwangi,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dishub Banyuwangi Tanto Sujono.
Tanto menyebut, pemasangan traffic light simpang empat Mojopanggung cukup berdekatan dengan jembatan dan jalan putar arah sehingga cukup rawan terjadinya kemacetan. ”Jika dari arah selatan mengalami kepadatan kendaraan, petugas akan mengatur lampu dari arah selatan dinyalakan hijau,” jelasnya.
Begitu pula ketika kemacetan terjadi dari arah utara. Untuk mengurai kemacetan, lampu akan dinyalakan hijau. ”Intinya petugas tetap akan terus mengawasi jalur tersebut agar tidak terjadi kemacetan sehingga arus lalu lintas tetap lancar,” ungkapnya.
Tanto mengaku di dekat traffic light banyak pedagang yang berjualan. Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kelurahan Mojopanggung untuk merelokasi para pedagang. ”Para pedagang sudah disiapkan tempat di kantor TK. Pedagang menempatinya sore hari saja,” kata Tanto.
Tanto menambahkan, traffic light tersebut masih dalam masa percobaan selama satu bulan. Nantinya, pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi. ”Harus ada evaluasi setelah masa percobaan selesai. Jika sudah sesuai dan tetap lancar akan terus dilanjutkan,” tegasnya. (rio/aif/c1) Editor : Ali Sodiqin