Kepala pengelola Air Terjun Legomoro, Tugirin, 54, mengatakan pembangunan turbin untuk aliran listrik itu dilakukan setelah animo masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata sangat tinggi. “Karena pengunjungnya banyak, harus ada kantin yang bisa menyediakan minuman dingin. Itu membutuhkan listrik untuk kulkas,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Turbin yang bisa menghasilkan listrik sebesar 1500 watt itu, terang dia, juga dipakai untuk mengaliri lampu-lampu yang ada di sekitar lokasi wisata. Apalagi, di tempat wisata yang dikelola itu juga kerap dipakai untuk berkemah. “Sekarang penerangan memanfaatkan ini (turbin),” paparnya.
Menurut Tugirin, meski daya listrik yang dihasilkan dari turbin tersebut cukup besar, itu hanya cukup dipakai di wilayah tempat wisata saja. “Untuk masyarakat kayaknya belum bisa, perlu rangkaian turbin yang lebih besar,” tandasnya.
Memanfaatkan turbin sebagai penghasil listrik, lanjut dia, bagi perkampungan yang ada di tengah hutan itu bukan hal yang mustahil. “Kalau memang dibutuhkan, bisa dikomunikasikan lagi. Ada beberapa rumah yang dihuni lansia bisa memanafaatkan listrik ini, bisa lebih murah,” ujarnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi