Tiga rumah yang atapnya terbuat dari baja ringan rusak setelah diterjang angin puting beliung. Rumah tersebut yakni milik Nanang Siswantoro, Sugiarto, dan Farida. Ketiganya warga Dusun Karanganyar.
”Anginnya sangat kencang, seperti berputar. Dua rumah bagian atapnya terbuat dari material baja ringan sehingga tidak mampu menahan kencangnya terjangan angin,” ujar Hibbul Hadi, warga setempat.
Kepala Desa Karangbendo Budiharto langsung mendatangi rumah warga yang kena puting beliung. ”Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan material saja,” ucap Budiharto.
Tidak hanya tiga rumah yang rusak akibat puting beliung. Tempat wisata Pancoran juga porak-poranda. Sedikitnya, dua pohon roboh dan menghantam fasilitas permainan kolam renang. Atap dari rangka baja ringan juga rusak. ”Kerusakan di pemandian Pancoran masih dalam proses pendataan pihak terkait. Kerusakannya memang cukup parah,” jelas Budiharto.
Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono menambahkan, wilayah Rogojampi sempat dilanda hujan deras disertai angin kencang pada Kamis sore (29/12). Selain Dusun Karanganyar, angin juga mengakibatkan kerusakan di Dusun Lugonto, Desa/Kecamatan Rogojampi. ”Kerusakan sebagian besar pada bagian atap rumah warga yang rata-rata berbahan baja ringan,” terangnya.
Empat pohon besar di depan Rumah Potong Hewan (RPH) Rogojampi roboh hingga menghantam sebagian bangunan. ”Tidak sampai mengganggu lalu lintas, pohon tersebut roboh ke arah utara dan langsung dievakuasi oleh tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi,” tegas Sudarsono.
Hingga Kamis sore (29/12) pihaknya masih mendata kerusakan akibat bencana puting beliung. ”Anggota kami minta melaporkan jika ada kerusakan lain akibat puting beliung,” pungkasnya. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud