Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

70 Persen Kebakaran Akibat Kelalaian Manusia

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 28 Desember 2022 | 16:04 WIB
BERSIAP-SIAP: Petugas hendak menaiki mobil pemadam kebakaran di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, Senin (26/12). (GARETA WARDANI/RABA)
BERSIAP-SIAP: Petugas hendak menaiki mobil pemadam kebakaran di kantor Dinas Damkar dan Penyelamatan, Senin (26/12). (GARETA WARDANI/RABA)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sebanyak 15 kasus kebakaran terjadi di Banyuwangi sepanjang 2022. Yang perlu digarisbawahi sekaligus menjadi layak menjadi perhatian khalayak, 70 persen kasus diakibatkan karena kelalaian manusia.

Berdasar catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) yang secara resmi baru dibentuk di tahun ini, belasan kasus kebakaran tersebut terjadi di berbagai wilayah di Bumi Blambangan. Kasus dimaksud meliputi kebakaran besar maupun kecil.

Kepala Dinas Damkar Husnul Chotimah melalui Sekretaris Dinas Gatot Suyono mengungkapkan, kasus kebakaran yang terdata oleh pihaknya sebagian besar adalah kasus kebakaran kecil.

Di antara dari 15 kasus, delapan di antaranya termasuk dalam kebakaran ringan, yakni kebakaran yang tidak perlu penanganan secara khusus. ”Sampai 26 Desember ini tercatat tujuh kasus kebakaran besar dan delapan kasus kebakaran ringan,” ujar Gatot.

Sedangkan penyebab terbesar dari kebakaran di Banyuwangi, imbuh Gatot, yakni karena kelalaian manusia. Seperti membakar sampah di lahan yang kering dan berpotensi menyebabkan api cepat merambat. ”Persentase penyebab kebakaran karena korsleting listrik itu sekitar 30 persen. Sedangkan terbesar itu karena kelalaian masyarakat, yaitu 70 persen,” bebernya.

Gatot mengatakan, pihaknya telah mengupayakan sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi kasus kebakaran. Salah satunya yakni melalui edukasi. Khususnya, kepada masyarakat di lokasi yang rawan kebakaran seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), industri pengolahan kayu dan sabut kelapa, permukiman padat penduduk, dan lainnya.

Pria asli Kediri itu mengatakan, selain kantor Dinas Damkar, di Banyuwangi terdapat dua pos Damkar, yakni Kecamatan Genteng dan Kecamatan Gambiran. Masing-masing pos memiliki empat petugas. Di tahun 2023 pihaknya akan menambah satu pos di Kecamatan Srono. Pos tersebut dapat mencakup tiga kecamatan sekaligus meliputi Kecamatan Srono, Muncar, dan Rogojampi.

Karena baru dibentuk di tahun ini, Gatot mengaku pihaknya masih mengalami beberapa kendala. Salah satunya yakni kekurangan sumber daya manusia (SDM). Damkar kini telah memiliki 11 armada atau mobil pemadam kebakaran. Setiap armada setidaknya harus diisi enam personel.

Sedangkan Damkar kini baru memiliki 22 personel, baik yang di pusat maupun di masing-masing pos. Oleh karena itu, lanjut Gatot, pada tahun 2023 pihaknya akan menambah 50 orang relawan untuk bekerja sama dengan Dinas Damkar. Sebab, di tahun 2022 ini baru 12 relawan yang tergabung dalam Damkar.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas kerja para anggota, Gatot memberikan peluang bagi para petugas Damkar untuk mengikuti pelatihan atau diklat. Diklat tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para personel. (cw4/sgt/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Human Error #kebakaran #damkar