Tes urine dilakukan secara mendadak. Tujuannya untuk mengetahui apakah pegawai PT KAI Daop 9 yang berada di wilayah sepanjang Kabupaten Banyuwangi hingga Pasuruan mengonsumsi narkoba dan zat adiktif atau tidak. ”Mereka sama sekali tidak mendapat pemberitahuan tentang tes narkoba. Hasilnya diharapkan benar-benar valid,” ungkap Plt Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember Azhar Zaki Assjari.
Tes urine narkoba rutin dilakukan PT KAI. Sasaran tes adalah kru kereta api seperti masinis hingga teknisi. Secara berkala juga dilakukan pada seluruh pegawai KAI. ”Apabila ada pegawai yang terindikasi mengonsumsi zat-zat adiktif, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan pihak internal KAI Daop. Dari 30 awak perkeretapian yang diperiksa, hasilnya tidak ada yang positif dan tidak ada yang menggunakan narkoba” jelas Zaki.
Selama 18 hari masa operasi angkutan Nataru, mulai 22 Desember hingga 8 Januari 2023, Daop 9 Jember menyediakan 188.352 tempat duduk. Hingga Jumat (16/12), sekitar 30 persen tempat duduk sudah dipesan oleh pelanggan. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud