Korban yang diduga mengalami kelainan jiwa itu, meninggal di lokasi kejadian dengan luka cukup parah. Oleh warga, jenazahnya sempat dibawa ke Puskesmas Singojuruh. “Korban tertemper bagian kiri kereta,” terang Kanitreskrim Polsek Singojuruh, Aiptu Doni Siswoyo.
Menurut Kanitlantas, korban kali pertama ditemukan dengan kondisi sudah meninggal oleh Hariri, 50, yang masih tetangga korban. “Korban ditemukan sudah telungkup dan bersimpah darah di sawah,” jelasnya.
Warga yang sedang beristirahat di sekitar lokasi kejadian, terang Kanitreskrim, sebelumnya mendengar suara klakson panjang dari KA Wijaya Kusuma. “Warga curiga, suara klaksonnya terus-terusan dan tidak berhenti, makanya warga banyak yang keluar,” cetusnya.
Warga yang sudah keluar rumah itu, kemudian berjalan menyusuri rel dan melihat korban sudah dalam kondisi bersimpah darah di sawah dekat rel sepur. “Ada warga yang lapor, kita datang bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Singojuruh,” jelasnya seraya menyebut dari keterangan keluarga korban mengalami kelainan jiwa dan sering jalan-jalan di sekitar rel sepur.
Humas KAI Daop 9 Jember, Tohari mengatakan saat mengetahui ada warga yang berjalan di pinggir rel, masinis yang bertugas sudah membunyikan klakson berulang kali. “Klakson terus dibunyikan, tapi korban tak mengindahkan,” tuturnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi