Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hati-Hati lewat Kabat, Ada Rekondisi Aspal di Sasak Tambong

Syaifuddin Mahmud • Minggu, 27 November 2022 | 00:02 WIB
TERJEBAK MACET: Aspal lama di atas Jembatan Tambong dikerok supaya aspal baru dapat menempel lebih baik. Rekondisi jalan tersebut mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, Rabu (23/11). (DEDY JUMHARDIYANTO/ RABA)
TERJEBAK MACET: Aspal lama di atas Jembatan Tambong dikerok supaya aspal baru dapat menempel lebih baik. Rekondisi jalan tersebut mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, Rabu (23/11). (DEDY JUMHARDIYANTO/ RABA)
KABAT, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Perbaikan jalan raya di ruas jalur Kabat, Banyuwangi, kembali memicu kemacetan arus lalu lintas (lain), Rabu (23/11). Pengendara yang hendak melintas harus sedikit bersabar menunggu hingga perbaikan jalan selesai.

Perbaikan jalan tersebut persis berada di atas Jembatan Tambong yang merupakan penghubung antara Kecamatan Kabat dengan Rogojampi. ”Rekondisi aspal di atas Jembatan Tambong sudah dimulai sejak Selasa malam (22/11). Cuma yang terekspos sisi sebelah timur karena sudah menjelang siang dan bikin macet,” ujar Penata Teknik Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 Provinsi Jawa Timur Eko Supriyadi.

Menurut Eko, perbaikan jalan tersebut dilakukan dengan mengerok aspal lama menggunakan cold milling machine (CMM). Setelah permukaan jalan bersih, baru diampar dengan aspal baru. ”Jadi, memang harus dikerok dulu. Kalau langsung dilapisi aspal baru, malah menambah beban pada jembatan,” jelasnya.

Rekondisi aspal di atas Jembatan Tambong dilakukan secara keseluruhan, yakni pada sisi barat dan timur. Pengerjaan sisi sebelah barat dilaksanakan pada Selasa malam (22/11). Sedangkan, sisi timur pada Rabu pagi (23/11). Semakin siang, kendaraan yang melintas semakin bertambah dan menimbulkan kemacetan dari dua arah, yakni dari Banyuwangi dan Rogojampi.

Apalagi, tak jauh dari Jembatan Tambong juga ada perbaikan gorong-gorong yang belum tuntas 100 persen. Kepadatan kendaraan tak terelakkan. Antrean kendaraan memenuhi hampir seluruh ruas badan jalan dengan panjang mencapai ratusan meter dari Jembatan Tambong.

Makruf, 40, pengendara mobil asal Tegaldlimo harus rela menunggu di dalam kendaraan selama hampir setengah jam sampai kendaraan di depannya bergerak pelan-pelan. ”Kami bisa memaklumi karena ada perbaikan jalan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Mevianto, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Perbaikan jalan dan jembatan di ruas jalur Kabat memang kerap bikin macet. Apalagi, kondisi Jembatan Tambong juga sempit. ”Kalau bisa Jembatan Tambong ada renovasi dua jalur, sehingga tidak sering bikin macet jika kendaraan sedang padat,” harapnya.

Kapolsek Kabat AKP Sumono menambahkan, penumpukan kendaraan di ruas jalan raya Kabat hanya terjadi beberapa saat saja. ”Kendaraan tidak sampai mengular karena kami berlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas,” katanya. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Rekondisi Aspal #jalan rusak #Sasak Tambong #Perbaikan Jalan