Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banjir di Gunung Remuk Akibat Penyumbatan Jembatan Kampung Anyar

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 22 November 2022 | 22:00 WIB
TURUN KE LAPANGAN: Personel BPBD memeriksa sisa material banjir yang terjadi di RT 04/ RW 05 Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Minggu (20/11). (BPBD UNTUK RABA)
TURUN KE LAPANGAN: Personel BPBD memeriksa sisa material banjir yang terjadi di RT 04/ RW 05 Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Minggu (20/11). (BPBD UNTUK RABA)
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Banyuwangi dalam sebulan terakhir mayoritas disebabkan karena meluapnya air sungai. Pemkab Banyuwangi  menyatakan akan terus fokus melakukan normalisasi sungai demi mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

Bencana banjir terbaru di Kelurahan Bulusan dan Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro yang terjadi Jumat (18/11) kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mencatat ada lima unit rumah terendam di RT 04/RW 05 Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang dan sembilan kepala keluarga yang terdampak akibat banjir tersebut.

Air dari sungai meluap akibat adanya penyumbatan di bawah Jembatan Kampung Anyar di Dusun Gunung Remuk. Air meluber ke permukiman warga. Sebagian meluap hingga ke jalan dan Stasiun Kereta Api Ketapang. Kondisi ini mengakibatkan dua kereta api, yaitu KA Mutiara Timur dan KA Pandanwangi mengalami keterlambatan lebih dari lima jam. "Sabtu kemarin, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah mengerahkan tim dan peralatan untuk pembersihan lokasi banjir di wilayah Desa Ketapang. Saat ini kondisinya sudah bersih," kata Sekretaris BPBD Banyuwangi, Mujito.

Bupati Ipuk Fiestiandani tetap meminta semua dinas melakukan pengkajian terkait penyebab banjir. Ipuk melihat ada penyebab utama di hulu seperti alih fungsi lahan dan penggundulan yang membuat debit air lebih tinggi dari biasanya. Dia menilai normalisasi sungai perlu terus dilakukan.

Ipuk minta beberapa dinas melakukan pengkajian, revitalisasi, dan normalisasi sungai. Termasuk di sejumlah jembatan yang sudah mulai mengalami penyempitan. Pemerintahan di tingkat kecamatan juga diminta untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membangun bangunan di sepadan sungai agar jalur air tidak semakin sempit.

"Kita juga berkolaborasi dengan pihak lain di wilayah yang terdampak banjir. Seperti PTPN, PT KAI, dan PT INKA di Kalipuro. Di Kalibaru ada beberapa saluran air yang ditutup untuk keamanan jalur kereta. Kita surati PT KAI agar dibuka kembali," imbuhnya.

Lebih lanjut Ipuk mengatakan, selagi melakukan revitalisasi di berbagai sektor untuk mencegah dampak bencana, pihaknya memaksimalkan tim tanggap bencana. Tim inilah yang selama ini memberikan respons cepat penanganan bencana yang terjadi di berbagai wilayah di Banyuwangi. ”Mungkin nanti perlu dibentuk satgas, tapi untuk sementara kita andalkan tim tanggap bencana,” pungkasnya. (fre/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Ketapang #Gunung Remuk #Banjir Bandang #hujan deras