Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapal Pengangkut Ratusan Kendaraan Itu Akhirnya Karam

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 19 November 2022 | 13:02 WIB
KEPULKAN ASAP: Petugas gabungan menyemprotkan air ke bagian kapal yang terbakar. Kapal yang mengangkut ratusan kendaraan tersebut akhirnya karam di perairan Bali Kamis (17/11) pukul 16.45 WITA. (RAMADA KUSUMA/RaBa)
KEPULKAN ASAP: Petugas gabungan menyemprotkan air ke bagian kapal yang terbakar. Kapal yang mengangkut ratusan kendaraan tersebut akhirnya karam di perairan Bali Kamis (17/11) pukul 16.45 WITA. (RAMADA KUSUMA/RaBa)
RADAR BANYUWANGI – Harapan ratusan penumpang KM Mutiara Timur I untuk bisa menyelamatkan harta bendanya yang masih tertinggal di kapal hanya tinggal kenangan. Kamis (17/11) sore sekitar pukul 16.45 WITA, kapal milik PT ALP tersebut dinyatakan tenggelam.

Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori membenarkan jika kapal yang tengah dalam proses evakuasi tersebut karam di perairan sekitar Kabupaten Karangasem, Bali. Lokasinya tak bergeser dari tempat kapal tersebut mengalami kebakaran. ”Kemungkinan sudah ada bagian kapal yang bocor saat terbakar. Kami masih menghimpun informasi lebih lanjut,” kata Danlanal.

Proses karamnya KM Mutiara Timur I sempat disaksikan KRI Sultan Nuku 373 yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Kapal tenggelam secara perlahan-lahan hingga tak terlihat lagi di permukaan laut. ”Kapal sudah dalam kondisi kosong. Nakhoda sudah turun sebelum kapal tenggelam. Semua kendaraan ikut tenggelam,” katanya.

Belum ada informasi pasti terkait penyebab tenggelamnya kapal yang sempat terbakar tersebut. Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Tanjung Wangi Widodo mengatakan, bisa jadi kapal terisi air akibat proses pemadaman. Beban kapal semakin berat hingga akhirnya tenggelam.

”Kami masih menghimpun informasi. Yang jelas ini menjadi tanggung jawab perusahaan, terkait asuransi dan lainnya. Apalagi, kapal tersebut sarat muatan. Ada 27 tronton dan 68 truk besar di dalamnya,” imbuh Widodo.

Jawa Pos Radar Banyuwangi sempat meminta konfirmasi terkait tenggelamnya KM Mutiara Timur I kepada Kacab PT ALP Agus Rani. Dia membenarkan peristiwa tersebut, namun masih enggan berkomentar lebih jauh.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki


Penyebab kebakaran di KM Mutiara Timur I di perairan sebelah utara Singajara masih belum diketahui. Perusahaan yang menaungi kapal, yaitu PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), masih menunggu hasil penyelidikan internal.

Manajer Cabang PT ALP Banyuwangi Agus Rani mengatakan, pihaknya sudah melakukan SOP terkait penanganan kebakaran KM Mutiara Timur I. Saat kebakaran berlangsung, komunikasi dari nakhoda ke perusahaan terus dilakukan. Sehingga, perusahaan bisa mengambil langkah, termasuk mengevakuasi seluruh penumpang dari kapal.

”Kami belum bisa pastikan penyebab kebakaran. Yang pasti informasi awal, ada asap muncul dari geladak kendaraan,” kata Agus.

Agus belum mengetahui secara pasti kendaraan jenis apa yang memicu kebakaran tersebut. Sebab, proses pemadaman kapal yang terbakar masih berlangsung. Terkait kendaraan-kendaraan yang diangkut KM Mutiara Timur I, Agus tidak bisa memastikan jenis muatannya.

Yang pasti, imbuh Agus, sebagian besar kendaraan mengangkut logistik dan muatan lain. Kendaraan tersebut masuk ke kapal dalam kondisi tertutup rapat. ”Kapal kami rutin mengangkut kendaraan ekspedisi dan logistik. Ketika masuk kapal dalam kondisi tertutup. Kami tidak tahu apa saja jenis muatannya,” imbuhnya.

Saat kebakaran KM Mutiara Timur I berlangsung, semua kendaraan yang diangkut kapal masih berada di dalam. Termasuk sebagian besar barang bawaan penumpang. Disinggung tentang ganti rugi, Agus masih belum bisa memberikan jawaban pasti. ”Kami fokus proses evakuasi penumpang dulu,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Kapal Karam #Laka Laut #Kapal Kebakaran