Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Antisipasi Banjir Wilayah Kota, Sedimen Sungai Kalilo Dikeruk, Dam Dijebol

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 18 November 2022 | 14:07 WIB
LEBIH LEBAR: Alat berat mengeruk sedimentasi di muara Sungai Kalilo, Rabu (16/11). Pengerukan sebagai langkah antisipasi banjir di wilayah kota Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RABA)
LEBIH LEBAR: Alat berat mengeruk sedimentasi di muara Sungai Kalilo, Rabu (16/11). Pengerukan sebagai langkah antisipasi banjir di wilayah kota Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RABA)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Banyuwangi mulai menormalisasi muara Sungai Kalilo yang berlokasi di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, Rabu (16/11).

Satu alat berat backhoe mengeruk sedimentasi yang menyebabkan aliran Sungai Kalilo tak lancar.  Alat berat juga membongkar beberapa meter dam Sungai Kalilo yang berada di muara tersebut.

”Normalisasi kami lakukan untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir di wilayah kota. Luapan air ini merupakan penyebab banjir di wilayah kota, khususnya di kawasan yang dilalui aliran sungai,” ujar Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo.

Normalisasi muara Sungai Kalilo itu, kata Guntur, sudah terjadwal akhir tahun ini. Rencana awal, Dinas PU Pengairan akan menormalisasi aliran sungai yang mengarah ke Kampung Mandar, sesuai dengan morfologi Sungai Kalilo.

Namun, warga Kampung Ujung menghendaki normalisasi ke arah timur. ”Normalisasi dilakukan pada aliran sungai yang mengarah ke timur dulu. Selain mengeruk sedimentasi, damnya juga dijebol sekaligus membuat jalur air ke arah timur,” jelas Guntur.

Pihaknya akan mewacanakan penanggulangan banjir di Lingkungan Kampung Ujung dan sekitarnya untuk jangka panjang. Yakni, menormalisasi muara Sungai Kalilo sesuai jalur morfologinya yang mengalir ke utara hingga ke plengsengan Kampung Mandar. Selain itu, pelebaran jalur sungai pada jembatan Pantai Marina Boom dan pembersihan hutan bakau di aliran tersebut.

”Penumpukan sedimen yang terjadi sekarang ini karena multi flushing pasang air laut tidak berjalan secara alami. Jika itu berjalan, pengerukan sedimen tidak setiap tahun. Sedimen otomatis akan dibawa oleh air laut yang pasang surut,” pungkas Guntur (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Sungai Kalilo #Antisipasi Banjir #Sedimen Dikeruk