RADAR BANYUWANGI – Tanaman trembesi bagus sebagai penghasil oksigen. Namun kelemahannya, ketika pohon masih muda, batang dan ranting tanaman ini mudah patah saat dihantam angin kencang.
Pohon trembesi merupakan salah satu jenis tumbuhan di Indonesia yang mempunyai tajuk sangat lebar. Bahkan, lebar dan pertumbuhan tajuknya melebihi tinggi tanaman tersebut.
Karena tajuknya yang sangat lebar, tanaman ini bermanfaat sebagai pohon peneduh. Tidak hanya itu, tanaman trembesi juga mempunyai bentuk yang cantik sehingga cocok dijadikan sebagai ornamen untuk mempercantik kota.
Pohon trembesi ini berumur panjang, bisa hidup sampai ratusan tahun. Pohon trembesi (Albizia saman) tergolong ke dalam keluarga Albizia dan memiliki sinonim latin Samanea saman. Pohon ini juga dikenal dengan nama monkey pod tree dan saman.
Akar dari tanaman ini dapat menyerap air tanah dengan kuat sehingga membuat tajuk dari tanaman ini dapat mengeluarkan air atau tetesan air. Karena itu, pohon trembesi disebut juga sebagai pohon hujan. Ketika cuaca mendung atau gelap, daun dari tumbuhan ini akan menutup dengan bersamaan, sehingga pada saat hujan datang, airnya bisa langsung jatuh menyentuh tanah.
Karena tumbuh besar, pohon ini biasanya dijadikan sebagai peneduh bagi manusia. Tak heran jika pohon ini juga membantu menyerap karbondioksida dan membantu menyerap air. Adanya air yang menetes ini berasal dari kemampuan pohon trembesi dalam menyerap air tanah.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, batang dari pohon ini dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Trembesi memiliki bunga berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam, bentuknya seperti polong. Biji dari pohon ini atau sering disebut mindhik, siter, atau godril bisa diolah menjadi makanan ringan.
Tanaman yang dapat tumbuh besar ini tidak mudah tumbang. Sebab, tanaman ini mempunyai akar yang kuat dan mudah untuk menjalar ke dalam tanah. Kondisi ini terkadang membuat masalah karena akarnya dapat merusak bangunan yang ada di sekitarnya.
Maka dari itu, untuk menanam pohon trembesi dibutuhkan pekarangan atau lahan yang luas. Batang pohon ini bisa mencapai ketinggian 30 meter hingga 40 meter. Sedangkan lingkar pohon kisaran 4,5 meter dan mahkotanya berukuran 40–60 cm.
Bentuk batang trembesi tidak beraturan, terkadang bengkok atau menggelembung besar. Batang pohon trembesi juga sangat kuat dan bercabang-cabang. ”Pohon trembesi memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dan ekonomi, di antaranya yaitu menjaga cadangan air sehingga cocok untuk konservasi sumber daya air dan daerah aliran sungai (DAS),” jelasnya.
Pohon trembesi mampu menyerap emisi karbon dan gas rumah kaca yang cukup tinggi. Manfaat lainnya, kayu trembesi dapat dimanfaatkan untuk mebel, furnitur, dan bahan bangunan. ”Akar pohon trembesi termasuk jenis akar tunggang yang kuat dan kokoh. Keunggulan pohon ini memiliki akar tunggang relatif berumur panjang. Sehingga cocok untuk aktivitas penghijauan dan reboisasi. Namun, kelemahan dari jenis akar ini dapat merusak jalan dan pekarangan,” tandasnya. (ddy/bay/c1)