Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pohon Kayu Putih; Punya Daun yang Kaya Manfaat

Rahman Bayu Saksono • Senin, 24 Oktober 2022 | 15:30 WIB
INDAH DAN BERMANFAAT: Tanaman sikat botol dengan bunga warna merah (foto kiri) di Jalan PB Sudirman Banyuwangi. Tanaman kayu putih (foto kanan) hampir mirip dengan itu, hanya bunganya berwarna putih.  (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
INDAH DAN BERMANFAAT: Tanaman sikat botol dengan bunga warna merah (foto kiri) di Jalan PB Sudirman Banyuwangi. Tanaman kayu putih (foto kanan) hampir mirip dengan itu, hanya bunganya berwarna putih.  (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Kayu putih merupakan salah satu jenis tanaman produktif di sektor kehutanan. Kini, tanaman kayu putih dan pohon sikat botol yang hampir sama bentuknya, mulai bertebaran di penjuru Banyuwangi.

Produk utama yang kini dikembangkan dari tanaman kayu putih adalah minyak asiri dari bagian daunnya, yang berupa ceniol yang banyak dimanfaatkan sebagai minyak untuk kesehatan, yaitu minyak kayu putih.

Produk lain yang cukup potensial yakni kayu untuk konstruksi maupun kerajinan. Kayu putih dapat dimanfaatkan untuk kerajinan karena jaringan kayunya mempunyai tingkat kepadatan yang cukup (kompak), kuat, warna pink merata, dan tekstur kayu yang cukup halus.

Secara taksonomis, kayu putih termasuk dalam familia mirtaceae. Masih satu famili dengan eucalyptus dan eugenia (jambu biji), yang punya ciri kulit kayunya yang mengelupas. Nama ilmiah tanaman kayu putih adalah Melaleuca leucadendron. Ciri lain yang cukup khas pada famili mirtaceae adalah bentuk bunganya yang bertipe cawan. Untuk Melaleuca Leucadendron dan Ecalyptus sp, tipe cawan ini juga terjadi pada buahnya.

Sementara itu, tanaman kayu putih termasuk jenis tumbuhan kormus. Sebab, tubuhnya secara nyata memperlihatkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok, yaitu akar, batang, dan daun. Daun kayu putih dikatakan sebagai daun tidak lengkap. Karena hanya terdiri dari atas dua bagian, yaitu tangkai daun dan helaian daun.

Tangkai daun merupakan bagian daun yang mendukung helaian daun yang berfungsi menempatkan helaian daun pada posisi sedemikian rupa. Sehingga, dapat memperoleh cahaya matahari dengan intensitas sebanyak mungkin.

Tangkai daun berbentuk bulat kecil, terdapat rambut bulu-bulu halus pada permukaannya. Panjang tangkai bervariasi. Sementara, helaian daun tumbuh pada tiap cabang, selang-seling, pada satu tangkai terdapat lebih dari satu helai. Jenis ini termasuk jenis daun majemuk.

Arel Ghofur, warga Kecamatan Songgon, Banyuwangi, mengatakan, bentuk daun pohon minyak kayu putih ini berwarna hijau. Arah tulang daun sejajar, ukuran daun panjang 9 centimeter (cm), lebar bagian tengah daun 2 cm. Kedua sisi tepi daun melengkung ke arah luar. Yang paling khas, bau dengan kekuatan aroma sedang hingga menyengat yang mengindikasikan kandungan ceniol cukup. Minyak kayu putih diperoleh melalui hasil penyulingan daun dari pohon kayu putih.

Di Indonesia, ada dua jenis pohon kayu putih yang dikenal luas, yaitu Melaleuca cajuputi dan Melaleuca leucadendra. ”Jadi, menanam pohon kayu putih ini banyak manfaatnya. Karena yang diambil adalah bagian daunnya yang disuling menjadi minyak asiri,” tandas Ghofur. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Pohon Kayu Putih #Tanaman sikat botol #Pohon Peneduh