Namun, dari 11 rumah yang rusak berat, hanya lima yang diprioritaskan mendapatkan bantuan. Pembenahan rumah warga tersebut digerojok dana sebesar Rp 50 juta.
Plt Kepala Dinas PU-CKPP Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan, setidaknya ada lima rumah di Lingkungan Sutri yang rusak berat imbas diterjang banjir pada Senin (17/10) lalu. ”Rumah warga yang mengalami kerusakan kini dalam proses perbaikan,” jelasnya.
Danang menyebut, dari lima rumah yang mendapat intervensi, satu direnovasi ulang. Sebab, kondisi bangunan rumah yang terbuat dari gedek tersebut sudah tidak layak ditempati. ”Itu yang harus kita tangani, apalagi masyarakat bawah. Sedangkan sisanya kita bantu sebagian. Rumahnya masih bisa digunakan, cuma kontruksinya yang rusak,” paparnya.
Menurut Danang, aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat terdampak banjir. ”Kami hadir untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” ungkapnya.
Dalam proses perbaikan rumah rusak, jelas Danang, pihaknya menggelontorkan anggaran Rp 50 juta lebih. Anggaran itu merupakan CSR dari pengusaha developer perumahan. ”Kami berkolaborasi juga dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dalam proses perbaikan. Insya Allah minggu depan perbaikan tuntas. Rumah yang rusak sudah bisa ditempati kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk rekonstruksi Jembatan Sobo rencananya akan dilakukan tahun depan. ”Rekonstruksi jembatan yang rusak dianggarkan tahun depan. Kami berharap masyarakat bersabar. Anggarannya tidak sedikit, ditaksir sekitar Rp 700 juta,” jelasnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Banyuwangi Ilzam Nuzuli mengatakan, proses pembersihan sisa lumpur sudah tuntas. Saat ini BPDB fokus pada perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan. ”Pembersihan sisa lumpur sudah tuntas. Untuk posko tanggap darurat ditarik kembali ke mako BPBD Banyuwangi,” tegasnya. (rio/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud