Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.30 tersebut menyita perhatian para pengguna jalan. Selain badan truk dengan nomor polisi (nopol) P 9392 OP hampir menutup separo badan jalan, kejadian itu juga mengakibatkan aroma sampah langsung ”menyelimuti” kawasan sekitar lokasi kejadian.
Sopir truk, Solehan, warga Desa Cungking, Kecamatan Mojopanggung, menjelaskan, muatan sampah sebanyak 20 ton berasal dari Pasar Blambangan. Di tengah perjalanan, truk yang melaju dari arah utara itu dicegat oleh salah satu pejabat DLH. Sebab, sampah yang diangkut tidak ditutup menggunakan terpal. ”Saat kendaraan melaju dari Pasar Blambangan itu, tiba-tiba ditengah jalan dicegat oleh kepala bidang (kabid) yang membawahi saya. Karena sampah yang dibawa tidak ditutup menggunakan terpal,” ujarnya.
Solehan mengaku, atasannya tersebut meminta agar bak truk yang mengangkut sampah itu ditutup. Sebab, kemarin sedang ada penilaian Adipura. ”Kendaraan sampah harus ditutup. Khawatir ketemu dengan tim Adipura. Nanti dapat nilai jelek,” tuturnya.
Solehan menjelaskan, setelah itu dia menunda perjalanan ke Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, untuk membuang sampah. Dia memilih balik kanan lewat simpang empat Lateng, menuju Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. ”Lewat sini (simpang empat Lateng) mau ke Cungking untuk mengambil terpal,” akunya.
Sesampai di lokasi kejadian, imbuh Solehan, kendaraan tersebut oleng ke sebelah kiri. Padahal saat itu truk sedang dikemudikan dengan kecepatan rendah alias pelan. ”Dari arah utara itu saya pelan, paling kecepatannya sekitar 40 kilometer (km) per jam. Pas mau belok tiba-tiba oleng ke sebelah kiri,” ungkapnya.
Salah satu saksi mata, Maisyaroh mengatakan, saat insiden kecelakaan itu terjadi kondisi jalanan cukup lengang. Padahal, biasanya jalan tersebut ramai dengan aktivitas pengendara motor. ”Untung pas kecelakaan kondisi lalu lintas sepi,” ujar karyawan toko yang berlokasi tidak jauh dari TKP tersebut.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Polresta Banyuwangi Ipda Wahid Hasim mengatakan, penyebab kecelakaan tunggal diduga lantaran sopir truk tidak bisa menguasai laju kendaraan. Beruntung, tidak ada korban jiwa, hanya saja kendaraan yang dikemudikan rusak. ”Sopir kurang hati-hati dalam berkendara sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kerugian materiil sebesar Rp 3 juta rupiah,” pungkasnya. (wan/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin