Beberapa trotoar yang termasuk dalam proyek perbaikan antara lain berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, Jalan Pierre Tendean, dan Jalan Brawijaya. Masing-masing trotoar di ruas jalan tersebut masih dalam tahap penyelesaian.
Terdapat beberapa trotoar yang terlihat sudah rampung dikerjakan atau sudah dapat dilalui pejalan kaki. Contohnya, pada ruas Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Pierre Tendean. Ada pula yang masih dalam tahap pembongkaran seperti yang terlihat di Jalan HOS Cokroaminoto atau depan SMAN 1 Giri.
Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya, Perumahan, dan Pemukiman (PU-CKPP) Banyuwangi Jatmiko Tri Wuriyanto menyebutkan, ada 28 titik trotoar yang sedang dalam perbaikan. ”Satu titik di wilayah Kecamatan Rogojampi, sedangkan 27 titik lainnya di wilayah kota (Kecamatan Banyuwangi dan sekitarnya),” ujarnya kemarin (28/9).
Perbaikan tersebut dilakukan agar trotoar lebih ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Untuk jangka panjang, diharapkan mampu mengurangi emisi karbon.
Saat ini, perbaikan trotoar diprioritaskan pada area yang banyak digunakan oleh pejalan kaki. Seperti kawasan perdagangan dan jasa, kawasan pendidikan, dan kawasan fasilitas umum lainnya.
Lebih lanjut Jatmiko mengungkapkan, proyek ini terinspirasi dari wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. ”Kami ingin meniru Jakarta yang menurut penilaian sudah ramah bagi kaum disabilitas. Mulai dari area trotoar, perkantoran, hingga transportasi umum,” katanya.
Dinas PU-CKPP melalui pihak kontraktor sebagai pelaksana proyek memperbaiki trotoar agar lebih ramah bagi penyandang disabilitas. Pertama, ketinggian trotoar diatur maksimal 15 cm. Kemudian, dipasang pula guiding block (jalur pemandu tunanetra) pada bagian tengah trotoar.
Sementara itu, program perbaikan trotoar yang ramah terhadap penyandang disabilitas disambut gembira oleh Dedi Miizwar, salah satu siswa Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Negeri Banyuwangi. Dia merasa terbantu dengan adanya trotoar yang ramah terhadap disabilitas. ”Kami sangat merasa terbantu dengan adanya perbaikan trotoar ini,” ujar siswa berumur 18 tahun tersebut.
Dedi dan teman-temannya berharap agar proses perbaikan trotoar itu bisa cepat rampung. ”Saya sangat mendukung program pemerintah memperbaiki trotoar. Semoga segera selesai supaya kami dapat berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan bersama,” pungkasnya. (cw3/cw4/aif/c1)
Editor : Syaifuddin Mahmud