Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sehari, 58 Ton Sampah Masuk Bekas Galian

Rahman Bayu Saksono • Minggu, 18 September 2022 | 01:32 WIB
MEMULUNG: Yuniati memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, kemarin. (Ayu Lestari/Radar Banyuwangi)
MEMULUNG: Yuniati memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, kemarin. (Ayu Lestari/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI,  Jawa Post Radar Banyuwangi – Cekungan dalam bekas galian pasir di Desa Patoman, bakal terus terisi. Tempat yang disewa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu, mampu menampung 58 ton sampah setiap hari.

TPA Patoman sebelumnya merupakan bekas galian pasir. Sejak tahun 2019, lahan bekas galian itu digunakan sebagai penimbunan sampah akhir. Salah satu mandor di TPA Patoman, Junaidi, 48, menjelaskan, lokasi TPA itu disewa sementara oleh DLH Banyuwangi. ”Tempat pembuangan akhir ini mampu menampung sampah kurang lebih 58 ton per hari,” jelasnya.

Menurut Junaidi, TPA beroperasi sejak pukul 06.00 sampai pukul 11.00. Dia mengakui, banyak warga yang datang ke TPA untuk mencari rezeki. ”Para pemulung itu berasal dari sekitar Patoman, Cungkingan, Watukebo, dan Blimbingsari,” ujarnya.

Junaidi mengatakan, pemulung memilah sampah yang masih layak untuk dijual kembali. Sebagian pemulung membuat bangunan darurat dari kayu untuk tempat naungan.

Yulianti, 32, pemulung asal Desa Patoman mengaku dirinya sudah mengadu peruntungan di TPA tersebut sejak tiga tahun lalu. ”Saya asli Lombok, tapi pindah ke Banyuwangi ikut suami. Karena kebutuhan rumah tangga tidak sedikit, jadi saya bantu kerja sebagai pemulung,” tuturnya.

Menurut Yulianti, dirinya bisa mendapatkan Rp 50 ribu dari hasil memilah sampah selama setengah hari, sejak pagi hingga siang. Sedangkan jenis sampah yang dipilah antara lain botol plastik, gelas plastik, dan jenis sampah plastik lainnya. ”Barang itu akan dikirim ke Bali untuk didaur ulang,” pungkasnya. (cw5/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#barang bekas #Sampah #TPA Patoman