Sebelum diturunkan, beberapa anggota pokdarwis memasang tali jangkar di sekitar pancang yang menjadi lokasi dari keramba. Kemudian, keramba yang ada di darat diturunkan ke tepi pantai dengan cara diangkat bersama-sama oleh anggota pokdarwis. Setelahnya, keramba tersebut diikat dengan pelampung jerigen yang sudah dipersiapkan. Keramba digiring agak ke tengah laut dan kemudian dilepaskan dari pelampung setibanya di tempat yang ditentukan.
Pengurus Pokdarwis Arif Mursidi menyebutkan adanya kendala cuaca dalam proses pelepasan keramba. Proses penurunan satu keramba sempat memakan waktu lebih dari satu jam. ”Kalau gelombang lautnya tidak sekencang tadi mungkin lebih lancar. Tadi jadi agak sulit juga penurunannya,” tambahnya.
Penurunan keramba dilakukan oleh anggota Pokdarwis sekitar pukul 06.30. Beberapa di antaranya bertugas sebagai penyelam dengan perlengkapan seperti snorkeling. Hingga pukul 9 pagi, total sudah ada dua dari empat keramba yang telah diturunkan ke laut.
Satu keramba yang juga sudah dipersiapkan akan diturunkan dalam waktu dua hari lagi. ”Untuk satu keramba lain yang masih kurang jaring-jaringnya akan kita lepas juga dalam minggu-minggu ini,” ujar Arif.
Sementara itu, Sahek, salah satu anggota Pokdarwis Pantai Cacalan yang juga bertugas menyelam pada penurunan keramba lobster mengatakan, adanya kendala dalam pemasangan pelampung jerigen yang dipakai. ”Tadi yang memasang ada banyak. Ada yang tidak tahu cara mengikat talinya. Akhirnya diputus untuk diganti talinya,” jelasnya.
Kendala lainnya adalah kesulitan dalam mencari lokasi keramba. Terdapat pancang yang telah dipersiapkan sebagai lokasi penempatan keramba di perairan Pantai Cacalan. Penyelam perlu menempatkan posisi keramba tepat pada pancang yang sudah dipersiapkan. ”Jadi tidak asal menaruh (keramba). Harus pas dengan posisi pancangnya, lalu diikat,” ujar Sahek.
Ketika ditanya soal hambatan cuaca, Sahek mengaku hal tersebut bukanlah sebuah hambatan dalam pelepasan keramba. ”Saya kira hambatannya ya, dua itu tadi. Kalau cuaca tidak jadi masalah,” pungkasnya. (cw3/sgt) Editor : Ali Sodiqin