Pemkab Banyuwangi dan masyarakat Kelurahan Kampung Mandar mengubah Plengsengan yang dulu tempat kumuh dan penuh dengan timbunan sampah menjadi jauh lebih baik. Sajian kuliner mulai dari ikan bakar hingga pedagang minuman dan makanan kecil memenuhi lokasi yang diberi nama ‘Plengsengan’ ini.
Rizal, 31, pedagang cilok di Plengsengan mengatakan, meskipun sekarang sudah tertata dengan rapi dan upaya pembersihan sekitar Plengsengan dari timbunan sampah telah berjalan, beberapa pengunjung terkadang masih kurang nyaman. “Hal ini dipicu bau sampah yang tempat penimbunannya dirasa belum optimal,” ujarnya.
Salah satu warga, Nanang, 50, mengatakan, setelah lingkungan Plengsengan dikelola dengan baik, sejak beberapa bulan terakhir diberlakukan tarif masuk pengunjung sebesar Rp 2 ribu per kendaraan. Sebagian hasilnya untuk biaya kebersihan. “Tetapi permasalahan sampah di aliran air di sekitar muara sangat banyak sampah akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang membuang sampah sembarangan, tuturnya.
Nanang menambahkan, sebagai pencari ikan di sekitar muara, dirinya sangat dirugikan ulah oknum yang membuang sampah sembarangan. Apalagi, terkadang seseorang membuang sampah bulu ayam dan limbah minyak ke laut. “Akibat hal tersebut beberapa pencari ikan terkena penyakit kulit seperti gatal-gatal,” kata dia.
Meskipun sekarang dinilai sudah cukup bersih, Nanang berharap pihak-pihak terkait, misalnya Pemkab Banyuwangi atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengintensifkan sosialisasi kepada berbagai pihak untuk tidak membuang sampah sembarangan. “Banyak sekali yang dirugikan jika oknum tertentu terus mempunyai kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (cw5/sgt) Editor : Ali Sodiqin