Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peternak Kalipuro Keluhkan Vaksin PMK yang Tidak Merata

Ali Sodiqin • Minggu, 11 September 2022 | 14:06 WIB
BELUM DAPAT VAKSIN PMK: Peternak di UD Karya Etawa Farm sedang memantau hewan ternaknya di Desa Secang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (9/9). (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)
BELUM DAPAT VAKSIN PMK: Peternak di UD Karya Etawa Farm sedang memantau hewan ternaknya di Desa Secang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (9/9). (Abdul Adim/Radar Banyuwangi)
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkit hewan ternak sapi dan kambing dikeluhkan para peternak yang tergabung dalam UD Karya Etawa Farm, Desa Secang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (9/9). Mereka mengeluh karena distribusi vaksin PMK tidak sampai ke tangan peternak.

Abdul Aziz, 47, pemilik UD Karya Etawa Farm mengatakan, hingga hari ini peternakan yang dikelolanya belum menerima bantuan vaksin dari pemerintah. ”Saya sudah berkali-kali mencoba menghubungi dokter hewan, tapi sampai sekarang tidak pernah datang” ujarnya.

Aziz menambahkan, 6 ekor sapi jenis limosin dan 10 kambing miliknya mati akibat virus PMK. Kerugian yang dialami sekitar Rp 600 juta. Hal ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi peternak. Azis sudah berusaha keras menghubungi pihak kedokteran, namun hasilnya nihil.

Melansir dari data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, 15.800 dosis vaksin PMK telah diterima oleh pemkab. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.800 dosis untuk revaksinasi, 10.000 dosis sisanya untuk perluasan vaksinasi. Namun, rupanya masih banyak hewan ternak yang belum terjangkau vaksinasi.

Pemberian ramuan herbal menjadi solusi sementara yang dilakukan peternak UD Karya Etawa Farm selama vaksin PMK belum didapatkan. Ramuan yang terdiri dari rempah-rempah pilihan diberikan seminggu sekali demi menambah imunitas pada ternak. ”Saya menggunakan ramuan alami untuk sementara, jika menunggu vaksin PMK dari pemerintah itu terlalu lama. Takut sapi dan kambing saya mati semua,” kata Aziz.

Aziz berharap, di bulan September ini pemerintah kembali menggenjot dan melebarkan radius persebaran vaksinasi PMK untuk hewan ternak. Terutama untuk peternakan-peternakan di desa yang masih belum terjangkau vaksinasi. (cw2/aif/c1) Editor : Ali Sodiqin
#peternakan #Vaksin PMK #penyakit hewan