Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rumah Penjual Rujak Temenggungan Terbakar

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 10 September 2022 | 19:01 WIB
BERJIBAKU: Petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan berhasil memadamkan api yang membakar rumah di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (8/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BERJIBAKU: Petugas Dinas Damkar dan Penyelamatan berhasil memadamkan api yang membakar rumah di Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (8/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Banyuwangi. Kali ini si jago merah melalap rumah milik pasangan suami istri (pasutri) Nur Haryadi, 60, dan Suhartini, 55 di Lingkungan Gajah Oling I, RT 02 RW 01, Kelurahan Temenggungan sekitar pukul 08.30 Kamis (8/9).

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) api membakar atap rumah yang berlokasi di kawasan padat penduduk tersebut. Beruntung, pemilik rumah berhasil keluar dan menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik tersebut.

Pemilik rumah, Suhartini mengatakan, awalnya dia melihat asap serta mencium bau hangus. ”Ketika dilihat ada api yang membakar di lantai dua,” kata dia.

Suhartini menuturkan, saat api membakar bangunan lantai dua, dirinya sedang menyiapkan dagangan rujak di depan. Ketika mengetahui adanya kobaran api, keluarganya langsung keluar rumah sembari berteriak minta tolong. ”Saya keluar minta tolong sembari berusaha memadamkan api secara mandiri dengan peralatan seadanya. Namun, api tetap berkobar di atap rumah,” kata dia.

Tidak lama kemudian, lanjut Suhartini, sejumlah warga berdatangan. Mereka membantu memadamkan api sembari menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Banyuwangi. ”Karena api terus membesar, kami khawatir api merembet rumah warga lainnya, akhirnya harus menghubungi petugas Damkar,” tuturnya.

Suhartini menambahkan, warga kampung juga membantu proses evakuasi barang-barang miliknya. Namun sayang, tidak semua barang berharga berhasil dikeluarkan. ”Cukup banyak barang berharga yang tidak bisa diselamatkan. Terutama yang berada di lantai dua,” jelasnya.

Tidak berselang lama beberapa unit armada Damkar tiba di tempat kejadian. Petugas berjibaku memadamkan api dari atas rumah. Mereka sedikit kesulitan karena rumah yang terbakar berada di kawasan padat penduduk.

Berkat kerja sama tim, pada akhirnya api berhasil dipadamkan. Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Gatot Suyono menuturkan, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. ”Kami mengerahkan tiga unit mobil pemadam dua armada penyuplai air,” ujarnya.

Gatot menyebut, penyebab kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik dari lantai dua rumah. Dugaan itu didasari beberapa barang elektronik yang masih tersambung aliran listrik. ”Bagian yang terbakar di lantai dua, di situ banyak peralatan elektronik, kemungkinan terjadi korsleting listrik,” sebutnya.

Gatot menambahkan, kebakaran tersebut tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta. ”Kerugian material sekitar Rp 150 juta karena api menghanguskan bangunan lantai dua dan sebagian lantai dua rumah warga lainnya,” jelasnya.

Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin menjelaskan, besar kemungkinan kebakaran tersebut diakibatkan korsleting listrik. Dia menuturkan, kala itu sang pemilik rumah sedang menyetrika pakaian. ”Pemilik rumah sempat menghidupkan lampu, namun tiba-tiba padam. Nah, saat padam itulah terjadinya korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran,” jelasnya.

Kusmin mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi korsleting listrik. Masyarakat diimbau melakukan upaya pencegahan dini dengan menyediakan alat pemadam api. ”Jika memang tidak ada alat pemadam api, setidaknya jika melakukan sambungan jaringan kabel harus dilakukan oleh ahlinya. Sehingga, tidak mudah terjadi korsleting dan memicu kebakaran,” pungkasnya. (rio/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Rumah Terbakar #kebakaran #Korsleting Listrik