Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diduga Korsleting Listrik, Kios Pertamini Terbakar

Syaifuddin Mahmud • Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:06 WIB
AKIBAT KORSLETING LISTRIK: Si jago merah meludeskan Pertamini milik Mohamad Yasin, 42, warga Kelurahan Kalipuro, Jumat (12/8). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
AKIBAT KORSLETING LISTRIK: Si jago merah meludeskan Pertamini milik Mohamad Yasin, 42, warga Kelurahan Kalipuro, Jumat (12/8). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Pemerintah tampaknya harus turun tangan memastikan standarisasi keamanan mesin pompa bahan bakar minyak (BBM) kios Pertamini. Jumat (12/8) lalu, dua unit mesin pompa Pertamini milik Mohamad Yasin, 42, yang terletak di depan kantor Kelurahan Kalipuro ludes terbakar.

Beruntung, petugas pemadam kebakaran segera memadamkan kobaran api. Si jago merah  tak sampai merembet ke bangunan lainya. Apalagi di sekitar Pertamini cukup banyak bangunan rumah warga. Api hanya melahap sebagian atap dari kios Tukang Gigi yang berdiri tepat di belakang Pertamini. "Laporan terjadinya kebakaran kita terima pukul 08.45. Dua kendaraan pemadam kebakaran dan tiga mobil supply langsung kita kerahkan. Ada 13 petugas damkar dibantu warga juga," ujar Kasi Pemadaman dan Penyelamatan, Salam Bikwanto.

Proses pemadaman berlangsung cukup cepat. Petugas menutup akses jalan yang biasanya digunakan sebagai tempat pasar Rabuan. Tak sampai 10 menit, kobaran api bisa dipadamkan. "Dugaan sementara karena korsleting. Pemilik Pertamini dan beberapa saksi mengaku melihat cipratan api di bawah mesin. Kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta," imbuhnya.

Amran, 54, salah seorang saksi mata menuturkan, sempat muncul percikan api di bawah mesin Pertamini. Melihat percikan api, beberapa orang berusaha memadamkan api dengan air seadanya dan pasir. Karena bahan yang terbakar adalah BBM, api cepat menjalar. "Warga berusaha  membantu memadamkan api, tapi tidak mempan. Sempat terdengar suara ledakan dari tabung yang terbakar,’’ kata Amran.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ada dua rangka mesin Pertamini yang masih melekat dengan dua tabung logam yang sudah terbakar. Di sebelahnya ada tabung-tabung kecil yang juga terbakar. Petugas PLN juga datang untuk memastikan tidak ada korsleting listrik. ”Tepat di atas Pertamini ada kabel listrik PLN,’’ ujarnya.

Muhamad Yasin, 42, pemilik mesin Pertamini mengatakan, dia baru saja mengisi dua mesin BBM. Kira-kira ada 150 liter BBM jenis Pertamax yang dimasukkan ke dalam tabung. Setelah mengisi BBM, Yasin bergegas masuk ke dalam rumah. Dia sempat melihat percikan api di bawah mesin, padahal tidak ada aktivitas apapun sebelumnya. "Tidak tahu korsleting. Tiba-tiba keluar api. Saya baru saja mengisi Pertamax," kata Yasin sambil memandangi puing-puing tempat usahanya yang terbakar.

Insiden kebakaran Pertamini disikapi serius oleh petugas Kecamatan Kalipuro. Kasi Trantib Kecamatan Kalipuro Yanuar Pribadi mengatakan, ada 100 lebih unit mesin Pertamini di wilayah Kecamatan Kalipuro yang beroperasi. Dari sekian mesin tersebut, tidak ada satu pun alat yang berizin. ”Selain tidak berizin, tidak ada pajaknya. Dari sisi keamanan tidak ada verifikasi yang jelas sehingga berisiko seperti ini. Akan kita data lagi berapa jumlah Pertamini di Kalipuro,’’ kata Yanuar. (fre/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Pertamini #kebakaran #Kios BBM #Korsleting Listrik