Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi M. Khoiri melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nanang Sugiharto mengatakan, kasus kematian ternak akibat PMK di Banyuwangi sudah terkendali seiring dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi ternak.
Nanang menyebut, hingga Rabu (10/8) pukul 11.00 sudah ada 10.358 ekor ternak yang divaksin dan 5.573 ekor ternak yang sudah divaksin dua kali atau revaksinasi (ulangan). ”Satu ekor ternak ini vaksinnya sampai tiga kali, yakni vaksin awal, kemudian diulang lagi setelah empat minggu, dan vaksin ketiganya setelah enam bulan dari vaksin pertama,” jelasnya.
Dari populasi ternak sebanyak 146 ribu ekor di Banyuwangi, ternak yang mendapatkan vaksin pertama sebanyak 4.785 ekor. Vaksinasi dan revaksinasi PMK ini ditargetkan tuntas pada 14 Agustus 2022.
Nanang menegaskan, sejak kali pertama ditemukan pada 1 Juni 2022, jumlah kasus PMK sudah melandai. Dari hasil laporan untuk kasus PMK di Banyuwangi sejak awal Juni hingga Selasa (9/8) ditemukan sebanyak 2.552 kasus. Dari jumlah itu, yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 47, 06 persen, sementara sisanya dalam kondisi sakit dan mulai membaik.
”Sepekan terakhir tidak ada laporan adanya kematian ternak akibat kasus PMK. Jika diakumulasi dari jumlah 2.552 itu, hanya 0,6 persen saja yang dilaporkan mati. Tapi ada juga yang memang oleh peternak dipotong paksa dan yang dilaporkan 0,9 persen. PMK ini angka kematiannya rendah, tapi angka penularannya cepat dan sudah mulai bisa dikendalikan,” tegas Nanang.
Selain karena gencarnya vaksinasi, kasus PMK semakin terkendali karena adanya kesadaran dari masyarakat peternak dengan informasi dan edukasi yang disampaikan petugas di lapangan. ”Jika awal kasus PMK masyarakat melihat sapi tetangganya yang sakit, lalu pulang malah menular ke ternak yang lain. Sementara ini masyarakat mulai paham dengan tidak membeli ternak baru atau berkunjung ke kandang peternak lain, semuanya saling menjaga dan kasus PMK mulai bisa dikendalikan,” tandasnya. (ddy/afi/c1) Editor : Agus Baihaqi