Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Curahjati Keluhkan Jalan Rusak

Agus Baihaqi • Sabtu, 6 Agustus 2022 | 15:36 WIB
RUSAK: Jalan di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo yang sudah tujuh tahun lebih penuh lubang, Kamis (4/8). (Hariyanto for Radar Genteng)
RUSAK: Jalan di Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo yang sudah tujuh tahun lebih penuh lubang, Kamis (4/8). (Hariyanto for Radar Genteng)
PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Warga Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang rusak parah dengan lubang, kemarin (4/8). Padahal, jalan itu akses utama menuju wisata religi Gua Maria dan wisata Bedul di Desa Sumberasri, kecamatan Purwoharjo.

Salah satu warga Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Hariyanto, 50, mengatakan jalan rusak di kampungnya itu sejauh dua kilometer lebih. “Dari jalan simpang tiga hutan Karetan sampai batas Desa Sumberasri rusak parah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Gara-gara jalan yang rusak itu, terang dia, banyak warga yang jatuh karena menghindari jalanan yang berlubang. “Sering ada yang jatuh, kadang velg motornya rusak karena melewati lubang yang dalam,” cetusnya.

Kondisi jalan yang rusak itu, masih kata dia, juga terjadi di jalan raya Dusun Curahjati, Desa Grajagan yang melalui jalur Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo. “Jalan dari Dusun Jatirejo sampai Pasar Curahjati, kerusakannya malah lebih parah, lubangnya dalam-dalam,” ungkapnya.

Kepala Desa Grajagan, Supriyono saat dikonfirmasi mengaku jalan di Dusun Curahjati memang rusak berat. Informasi yang diterima dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPUCKPP) Kabupaten Banyuwangi, jalan itu akan diperbaiki di tahun ini. “Tapi saya tidak tahu pasti perbaikan itu bulan apa,” ucapnya.

Menurut Supriyono, jalan raya yang rusak itu lantaran tanah yang labil dan sering dilewati kendaraan besar. Truk yang mengangkut material, sering melintas di jalan itu. “Truk bermuatan kayu menuju TPK (tempat penimbunan kayu) juga sering lewat,” pungkasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#warga protes #jalan rusak #Jalan Berlubang