Butuh waktu empat jam untuk menarik mobil bernopol DK 1395 OE yang sebelumnya dinaiki sembilan wisatawan dari Bali tersebut. Selama proses evakuasi berlangsung, petugas dari Polsek Glagah dan Unit Laka Satlantas Polresta Banyuwangi memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Curamnya jurang membuat proses evakuasi berjalan lama. ”Tali crane sempat putus, padahal jarak dari bibir jalan raya tinggal 10 meter. Mesin mobil crane panas karena kehabisan air radiator,” ujar anggota Polsek Glagah Aipda Arief Rahman.
Pukul 16.00, proses evakuasi akhirnya tuntas. Petugas langsung membawa mobil nahas tersebut ke Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi. Sedangkan sembilan korban kecelakaan sudah pulang ke rumah keluarga besarnya di Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan yang melibatkan mobil wisatawan terjadi di tikungan Cawan, Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, pukul 09.00, Rabu kemarin (13/7). Kendaraan yang ditumpangi wisatawan dari Bali itu terjun bebas ke jurang dengan kedalaman 40 meter. Meski mobil sempat berguling-guling sepuluh kali, sembilan penumpang selamat dari maut.
Rombongan wisatawan tersebut baru saja turun dari Tempat Wisata Alam (TWA) Ijen. Mereka berasal dari Desa Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Sembilan penumpang mobil Innova warna hitam bernopol DK 1395 OE itu terdiri dari tiga pria, empat wanita, dan dua anak-anak. Tidak ada korban jiwa dalam insiden maut tersebut. Seluruh penumpang hanya mengalami luka ringan.
Kapolsek Glagah AKP Maskur mengatakan, diduga kuat pengemudi mobil dalam kondisi mengantuk sehingga kurang konsentrasi. Mobil tersebut sempat terguling sebelum terhenti di bibir sungai di dasar jurang. ”Sembilan orang, termasuk dua anak-anak hanya mengalami luka-luka ringan. Satu penumpang yang duduk di tengah perlu dilakukan rontgen,” kata Maskur. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud