Dari data Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, sudah ada 890 ekor sapi yang terkonfirmasi PMK. Wabah PMK tersebut terus meningkat mendekati hari Raya Idul Adha.
Meski begitu, angka kesembuhan juga bertambah. Dari sebelumnya 28 ekor sapi, kemarin (19/6) sebanyak 52 sapi sembuh dari PMK. Sedangkan angka kematian masih tetap satu.
Untyuk mengantisipasi penyeberan PMK, tiga pasar hewan sudah ditutup. Dari tujuh pasar hewan terbesar di Banyuwangi, hanya empat yang masih tetap buka. Tiga pasar yang ditutup adalah Glagah, Wongsorejo, dan Glenmore.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Mohammad Khoiri melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nanang Sugiharto mengatakan, penyebaran PMK memang masih terus meningkat. ”Sudah menyentuh di angka 890 ekor yang terkonfirmasi PMK,” katanya.
Lebih jauh Nanang mengatakan, secara teknis pemkab tidak menutup pasar hewan. Memang ada beberapa pasar hewan yang mengalami penurunan pembeli sehingga harus tutup sementara. ”Angka kesembuhan ternak yang kena virus PMK juga meningkat. Dari sebelumnya 28 ekor, yang sembuh 52 ekor,’’ kata Nanang.
Angka kematian akibat PMK juga sangat kecil. Sejak dua pekan lalu masih tetap satu ekor. Boleh dibilang angka kematian yang disebabkan PMK sangat rendah dan tidak begitu menakutkan.
Nanang mengimbau kepada pemilik ternak untuk tidak panik. Hewan ternak yang terpapar PMK masih bisa disembuhkan, tergantung dari tingkat imunitas hewan itu sendiri. Paling lama tingkat kesembuhannya 14 hari hingga 21 hari. ”Yang terpenting peternak tetap menjaga kebersihan. Kesehatan hewan harus dijaga dan diawasi,” pesan Nanang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Banyuwangi masuk zona merah PMK. Satu ekor sapi mati akibat terpapar virus PMK. Persentase angka kematian akibat PMK cukup kecil, yaitu 0,15 persen. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 4,21 persen. Di Jawa Timur, Banyuwangi bukan satu-satunya daerah yang sudah terkonfirmasi PMK. Virus tersebut sudah menyebar di 36 kabupaten/kota di Jatim. (rio/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud