Lewat program bertajuk Pelayanan Adminduk Banyuwangi (Pelangi) Goes To Mall, masyarakat dapat mengakses layanan dokumen adminduk di stan yang dibuka di Roxy Mall tersebut. Termasuk pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, dan lain-lain. Selain itu, masyarakat juga bisa berkonsultasi berkaitan surat pindah domisili.
Kepala Dispenduk Banyuwangi Juang Pribadi mengatakan, program Pelangi Goes to Mall tersebut digelar untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen adminduk. ”Karena bisa jadi ada warga yang tidak sempat mengurus dokumen yang dibutuhkan pada jam kerja. Maka, kami berinovasi. Kami bekerja sama dengan pihak mal membuka layanan di pusat perbelanjaan di luar jam kerja,” ujarnya.
Yang menarik, Pihak Dispenduk juga memberikan bingkisan berisi makanan ringan dan minuman kepada anak-anak. Khususnya, kepada anak yang mengurus KIA bersama orang tuanya.
Juang menambahkan, rencananya program serupa juga bakal digeber di pusat perbelanjaan lain di Banyuwangi. Termasuk di Sun East Mall Genteng. ”Kami mengajak pihak swasta untuk ikut berperan. Di sisi lain, sembari menunggu dokumen adminduknya selesai, warga juga bisa berbelanja di mal tersebut. Sehingga saling menguntungkan,” kata dia.
Sementara itu, sebelumnya Dispenduk juga melanjutkan program Camping Pelayanan Masyarakat Kebun (Camping Embun). Setelah digelar di Perkebunan Kapuk Wongsorejo, Perkebunan Kopi Malangsari, dan Perkebunan Kendenglembu Glenmore, yang terbaru layanan jemput bola kepada warga yang tinggal di kawasan perkebunan dan hutan tersebut digeber di Sukamade, kawasan Taman Nasional Meru Betiri.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, karena secara geografis sangat jauh dari pusat kota dan keterbatasan telekomunikasi lantaran tempat tinggalnya berada di kawasan Taman Nasional, sebagian warga belum melakukan update data kependudukannya. ”Nah, kami lakukan jemput bola agar beliau-beliau bisa memperbaruinya sehingga akan memudahkan dalam mengakses program pemerintah,” ujarnya, Kamis (16/6) lalu.
Aksesibilitas untuk keluar kampung Sukamade memang cukup sulit. Sukamade yang dihuni 289 KK merupakan kampung paling pelosok yang berada di Desa Sarongan. Aksesnya amat terbatas. Hanya berupa jalan makadam yang harus ditempuh dengan kendaraan tertentu. Bahkan, harus menyeberang sungai.
Kegiatan Camping Embun di Sukamade digelar selama tiga hari. Terhitung mulai Senin pagi (13/6) sampai Rabu siang (15/6), tim Camping Embun melakukan layanan di kampung tersebut hingga bermalam.
Pelayanan selama tiga hari tersebut, imbuh Juang, berhasil mencapai 98 persen seluruh kebutuhan adminduk di Kampung Sukamade. ”Hanya tersisa beberapa kepala keluarga saja. Itu pun karena berkaitan dengan daerah asal yang di luar kabupaten. Tapi, kami tetap mendampingi agar seluruhnya bisa tuntas,” pungkasnya. (sgt/afi/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid