Ya, bandara yang berlokasi di Desa/Kecamatan Blimbingsari, tersebut tak sekadar menjadi salah satu pengungkit perkembangan perekonomian masyarakat Banyuwangi. Lebih dari itu, pelabuhan udara yang satu ini juga menjadi salah satu bukti bahwa perkembangan pesat Banyuwangi di berbagai bidang mampu diraih tanpa menyingkirkan akar budaya masyarakat The Sunrise of Java.
Terminal Bandara Banyuwangi yang dibangun pemkab berkolaborasi dibangun dengan arsitek Andra Matin telah menarik perhatian dunia. Bukan hanya karena desainnya yang mengadopsi bentuk udeng alias ikat kepala Suku Oseng, tetapi juga bangunannya yang mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan (green building).
Konsep green building tersebut terlihat dari atap terminal yang ditanami tanaman, konservasi air dan sunroof yang menjadi sumber cahaya alami di siang hari. Atap bangunannya juga menunjukkan pembagian yang jelas antara terminal keberangkatan dan kedatangan. Bandara ini menjadi bandara hijau pertama di Indonesia.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, keberhasilan Bandara Banyuwangi masuk 20 besar AKAA 2022 merupakan suatu kebanggaan bagi pemkab dan masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Jawa. “Ini suatu kebanggaan. Bandara Banyuwangi masuk nominasi kompetisi arsitektur kelas dunia bersanding dengan puluhan karya arsitektur lain dari berbagai negara,” ujarnya.
Ipuk menambahkan, Bandara Banyuwangi tak sekadar menarik dari sisi arsitektur. Keberadaan pelabuhan udara tersebut juga mampu menggerakkan perekonomian lokal dengan semakin mudahnya akses dari dan menuju Banyuwangi. “Hal ini berujung pada peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan di kabupaten yang kita cintai bersama ini,” kata dia.
Sekadar diketahui, Aga Khan Awards for Architecture merupakan penghargaan tertua di bidang arsitektur yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Karya yang masuk dalam nominasi tidak hanya memperlihatkan keunggulan arsitektur, namun juga merespons aspirasi budaya, mendukung konservasi, dan peningkatan kualitas lingkungan.
Penghargaan ini tak hanya memberikan apresiasi kepada arsitek, tetapi juga klien, perajin ahli, dan semua pihak yang telah memainkan peran penting dalam realisasi proyek.
Sebanyak 20 karya arsitektur tersebut di antaranya, Wafra Wind Tower dari Kuwait, Tulkarm Courthouse dari Palestina, Flying Saucer Rehabilitation dari Uni Emirat Arab, Le Jardin d’Afrique dari Tunisia, termasuk Bandara Banyuwangi yang mewakili Indonesia. (sgt/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud