Hanya tiga kecamatan yang masih nihil kasus PMK, Kalibaru, Rogojampi, dan Kabat. Peternak diminta tidak perlu khawatir. Sebab, dari 179 ekor sapi yang terjangkit PMK, satu ekor dinyatakan sembuh.
Cepatnya penyebaran PMK dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penanganan PMK, minimnya petugas kesehatan hewan di tingkat kecamatan, dan tidak sterilnya peralatan yang digunakan untuk mengangkut hewan.
Ada satu faktor yang paling berpengaruh dan menyebarkan PMK sangat cepat. Yaitu media vektor atau orang yang mampu menyebarkan hingga 65 persen PMK kepada hewan. ”Memang benar, perkembangan PMK semakin cepat. Setiap orang bisa membawa virus PMK. Ketika orang melihat atau memegang sapi yang terkonfirmasi PMK kemudian memegang sapi sehat, maka sapi yang sehat juga akan tertular,” ujar Kabid Keswan dan Kesmavet, drh Nanang Sugiharto.
Nanang mengatakan, sapi yang sudah terpapar PMK tembus 179 ekor. Penyebarannya sudah meluas ke-22 kecamatan. ”Tingkat penyebarannya hampir mencapai 90 persen, tetapi masyarakat diharap tenang. Tingkat kematian hewan sendiri hanya satu persen,” katanya.
Wabah PMK bisa disembuhkan. Namun, peran para peternak sangat penting dalam proses penyembuhan hewan. ”Selama 14 hari hingga 21 hari masa PMK bertahan. Selama itu juga, peternak harus mempertahankan imunitas hewan agar tetap terjaga dengan baik dengan pemberian obat secara berkala,” terangnya.
Diakui Nanang, tingkat kesadaran masyarakat atas penyebaran PMK masih rendah. Kebanyakan peternak tidak paham faktor ataupun media penyabaran PMK. Para peternak hanya mengandalkan tim medis kesehatan hewan saja.
”Seharusnya tingkat kesadaran masyarakat harus ditingkatkan,” kata Nanang.
Ketika masyarakat telah menyentuh ataupun memegang hewan ternak yang positif PMK seharusnya jangan sampai masuk ke kandang.
”Hal ini yang menjadi faktor paling tinggi penyebab meningkatnya PMK di Kabupaten Banyuwangi. Manusia sebagai media vektor dalam penyebaran PMK,” jelasnya.
Nanang menambahkan, masyarakat yang akan membeli sapi untuk keperluan hewan kurban
Diminta lebih hati-hati. Jangan sampai menjadi media vektor dalam penyebaran PMK. ”Begitu memegang hewan yang positif PMK, harus mandi dan mengganti pakaian terlebih dahulu agar tidak menjadi faktor penyebab penyebaran PMK,” pungkasnya. (rio/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud