Seperti diketahui, pada Kamis (2/6) ditemukan 39 ekor sapi dinyatakan positif terkena PMK yang tersebar di sembilan kecamatan. Hanya berselang tiga hari saja, yakni pada Senin (6/6), sapi yang positif terkena PMK menjadi 118 ekor di 14 kecamatan yang ada di Kota Gandrung ini.
Lima kecamatan yang baru itu semua di wilayah Banyuwangi selatan, yakni di Kecamatan Genteng, Pesanggaran, Muncar, Cluring dan Glenmore. “Kita telah melakukan langkah-langkah untuk antisipasi penyebaran PMK,” cetus Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswankesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiarto..
Langkah-langkah yang dilakukan itu, terang dia, melakukan sosialisai kepada pemilik ternak dan penyemprotan disinfektan di kandang atau tempat ternak. “Kita juga akan melakukan vaksinasi hewan ternak, mungkin Agustus dan September,” katanya.
Untuk mencegah penyebaran PMK, jelas dia, saat ini ada dua pasar hewan yang ditutup sementara. Kedua pasar itu, Pasar Hewan Glagah dan Pasar Hewan Wongsorejo. “Ini untuk menghalu datangnya hewan ternak dari Bondowoso, Situbondo dan Bali,” dalihnya.
Untuk pasar hewan lainnya termasuk Pasar Hewan Glenmore, masih dibolehkan buka karena hewan yang masuk dari arah barat tidak terlalu banyak. “Pasar hewan yang boleh buka ini sambil melihat situasi dan kondisi,” ucapnya.
Nanang menyebut, segala upaya pencegahan penyebaran PMK masuk ke Banyuwangi, telah dilakukan. Tapi, masih tetap kebobolan. Makanya, para peternak diminta memperhatikan kebersihan hewan dan kandangnya. “Sekarang kita berusaha untuk mengurangi jumlah kasus PMK dan mencegah kematian akibat PMK,” terangnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi