Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rajut Harmoni lewat Festival Ngopi Kebangsaan

Syaifuddin Mahmud • Senin, 6 Juni 2022 | 15:29 WIB
TETAP KOMPAK: Keragaman suku dan budaya membawa Banyuwangi bisa bergerak maju. Hal ini ditunjukkan dalam Festival Ngopi Kebangsaan di  Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (4/6).(Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
TETAP KOMPAK: Keragaman suku dan budaya membawa Banyuwangi bisa bergerak maju. Hal ini ditunjukkan dalam Festival Ngopi Kebangsaan di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (4/6).(Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Kekayaan budaya dari berbagai suku dan etnis yang tinggal dan hidup berdampingan di Banyuwangi selama bertahun-tahun tersaji di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (4/6). Bukan itu saja, ragam kuliner khas juga disajikan dalam event bertajuk "Festival Ngopi Kebangsaan" tersebut.

Tak hanya masyarakat umum, Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah juga kompak hadir dalam festival kali ini. Selain itu, hadir pula sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk mengatakan, keragaman suku, etnis, dan budaya di Banyuwangi harus dirajut secara harmonis. "Festival Ngopi Kebangsaan ini bisa menjadi salah satu cara untuk merajut harmoni itu," ujarnya.

Ipuk berharap dengan festival ini akan semakin meningkatkan persatuan dan kerukunan warga Banyuwangi sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pahlawan dan pejuang terdahulu. "Keragaman suku dan budayanya ini yang membawa Banyuwangi bisa bergerak maju seperti sekarang ini. Bahkan membawa keberkahan bagi daerah ini. Kerukunan semua elemen di sini harus kita jaga terus, semua harus kompak," tegasnya.

Berbagai etnis dan suku yang tinggal di Banyuwangi hadir di festival tersebut dengan pakaian adatnya masing-masing. Selain suku Osing yang merupakan penduduk asli, juga terdapat berbagai suku lain. Seperti Jawa, Madura, Bali, Mandar-Bugis, Minang sampai etnis Tionghoa dan Arab.

Tidak hanya menyajikan atraksi budaya dari masing-masing suku dan etnis. Namun, sebagaimana tajuknya, juga dilengkapi dengan aneka kulinernya. Ada beragam sajian makanan khas Osing dan kopi-kopi asli Banyuwangi yang menggugah selera. Ditambah pula aneka kuliner dari suku Bugis, Bali, etnis Arab hingga Tionghoa. "Mudah-mudahan ini bisa memperkuat persatuan sekaligus mendongkrak pembangunan ekonomi masyarakat Banyuwangi," tambah Wabup Sugirah.

Photo
Photo
TEKEN PRASASTI: Bupati Ipuk Fiestindani meresmikan Pasar Kebangsaan di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro Sabtu (4/6).(Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Desa Bulusari sendiri dipilih sebagai destinasi wisata kebangsaan karena memiliki karakter keberagaman etnis. Juga terdapat potensi alam yang melimpah. Seperti aneka kopi dan buah-buahan. Sehingga konsep festival dibuat sebagai pasar Kebangsaan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik M. Lutfi menambahkan bahwa Festival kali ini tidak sebatas pada kegiatan ini saja. Namun, nantinya akan dibuat menjadi destinasi wisata dalam bentuk Pasar Kebangsaan yang dibuka secara reguler. "Kami ingin menyatukan semua etnis dengan pasar Kebangsaan. Dan semoga ini bisa dicontoh bahwa Banyuwangi dengan segala perbedaan tetap bersaudara," pungkasnya. (sgt/aif)

  Editor : Syaifuddin Mahmud
#ngopi #kopai #kopi #Kebangsaan